Saudi Tepis Tuduhan Pembunuhan

Penulis: (AFP/Tes/I-2) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 09:00 WIB Internasional
Saudi Tepis Tuduhan Pembunuhan

Yasin AKGUL /AFP
Pengunjung menunggu di pintu masuk konsulat Arab Saudi di Istambul,Turki

PEMERINTAH Arab Saudi membantah tudingan bahwa Jamal Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Tudingan tersebut dianggap tidak berdasar dan penuh kebohongan.

Di tengah kontroversi hilangnya jurnalis asal Arab Saudi yang semakin meluas, Washington Post menerbitkan laporan yang berisi pengakuan pejabat pemerintah Turki. Klaimnya ialah mereka memiliki rekaman audio dan video di dalam gedung konsulat yang membuktikan Khashoggi disiksa dan dibunuh.

Delegasi Saudi telah tiba di Turki untuk membahas persoalan itu. Kasus hilangnya Khashoggi mempertaruhkan hubungan bilateral kedua negara yang tengah rapuh.  

Kasus hilangnya Khashoggi juga memengaruhi kepercayaan media internasional. Beberapa media besar membatalkan partisipasi dalam konferensi ekonomi bertaraf internasional pada 23-25 Oktober di Riyadh, yang dijuluki Davos in the Desert. Bloomberg, the Financial Times, The Economist, dan The New York Times, memboikot konferensi tersebut.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde pun menaruh keprihatinan besar terhadap kasus hilangnya jurnalis Saudi. Dia mengatakan terus memantau informasi yang berkembang.

Kekhawatiran serupa juga diutarakan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. Kendati demikian, keduanya masih berencana hadir dalam konferensi internasional di Riyadh.

"Untuk saat ini saya masih berencana hadir. Namun, jika dalam seminggu ke depan ada informasi baru keluar, jelas akan dipertimbangkan kembali," tukas Mnuchin.

Khashoggi yang dinyatakan hilang sejak memasuki Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu merupakan kontributor tetap Washington Post. Sumber kepolisian Turki meyakini Khashoggi korban pembunuhan meski Saudi membantah. Khashoggi, warga Saudi yang bermigrasi ke AS sejak September 2017, karena khawatir adanya penangkapan sejak Pangeran Salman memimpin Saudi. Pasalnya, Khashoggi dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk intervensi Riyadh dalam perang di Yaman.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More