Badai Salju Menewaskan Sembilan Pendaki di Nepal

Penulis: (AFP/Tesa/I-2) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 08:50 WIB Internasional
Badai Salju Menewaskan Sembilan Pendaki di Nepal

AFP

SEMBILAN pendaki yang tergabung dalam tim ekspedisi Korea Selatan tewas setelah diterpa badai salju di Gunung Gurja, Nepal. Kamp para pendaki juga ikut hancur tersapu keganasan badai.
Tim penyelamatan menemukan delapan jenazah pendaki yang terdiri atas 4 warga Korea Selatan dan 4 pemandu asal Nepal, berada di antara puing-puing kamp. Cuaca yang tidak stabil menghambat upaya evakuasi.

Seorang pendaki Korsel kelima pada awalnya dilaporkan hilang, tetapi para pejabat menegaskan bahwa dia berada di kamp ketika badai mematikan melanda Jumat dan diyakini juga telah tewas.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel, 5 warga Korsel dan 4 orang asing tersapu oleh angin kencang di base camp selama pendakian mereka ke Gunung Gurja. "(Mereka) jatuh dari tebing dan mati."

"Badai salju membuat sejumlah pohon tumbang yang menimpa kamp para pendaki. Kami melihat beberapa jenazah pendaki tersebar," ujar juru bicara kepolisian, Sailesh Thapa kepada AFP.

Thapa mengungkapkan satu orang pendaki lainnya masih belum bisa ditemukan. Helikopter penyelamat berhasil mencapai lokasi, tetapi sulit mendarat tepat di atas kamp ekspedisi. Alhasil, jenazah delapan pendaki tidak bisa dievakuasi.

"Semuanya tenda hancur berantakan. Saat ini kondisi cuaca juga terlalu dingin sehingga sulit melanjutkan pencarian. Tim penyelamat akan kembali ke kamp hari Minggu besok apabila situasi kondusif," ujar pilot helikopter, Siddartha Gurung.

Direktur Pelaksana Trekking Camp Nepal Wangchu Sherpa mengatakan pihaknya membunyikan alarm setelah tidak mendengar kabar dari tim pendaki selama hampir 24 jam.

"Setelah tim pendaki hilang kontak sejak kemarin, kami mengirim penduduk desa dan helikopter penyelamat untuk mencari mereka," imbuh Wangchu.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More