IPB Dituntut Masuk 100 Besar Asia

Penulis: (DD/J-2) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 08:40 WIB Humaniora
IPB Dituntut Masuk 100 Besar Asia

MI/DEDE SUSIANTI

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) harus melangkah maju menjadi perguruan tinggi 100 besar Asia untuk seluruh bidang. Tantangan itu juga merupakan target dari Kementerian Riset, Pendidikan, dan Perguruan Tinggi (Kemenristek-Dikti).

Tantangan yang harus dihadapi IPB itu disampaikan Rektor IPB Arif Satria dalam penutupan Dies Natalis yang ke-55 IPB, di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Jumat (12/10). Dies Natalis IPB dengan banyak kegiatan yang dimulai sejak 1 September hingga kemarin malam.

Arif mengatakan untuk bidang pertanian, IPB berada di urutan ke-70 dunia atau IPB sudah masuk 100 besar dunia untuk bidang pertanian dan kehutanan. Namun, untuk seluruh bidang, di Asia, IPB masuk di posisi 150 besar.

"Nah, target kita menjadi 100 besar di Asia untuk seluruh bidang. Pengumumannya baru kemarin pagi. IPB ada di 150 besar di Asia. Dies Natalis IPB ke depan memacu kita untuk terus berprestasi," tandas Arif.

Bersamaan dengan dies natalis tersebut, Dies Natalis ke-55 IPB dimeriahkan konser Twilite Orchestra pimpinan Adie MS yang tampil memukau. Lebih dari 20 lagu dibawakan Twilite Orchestra dengan diiringi Agria Swara, paduan suara dari IPB (Institut Pertanian Bogor).

Penampilan Twilite Orchestra itu persembahan istimewa dari IPB untuk para inovator dan author. Acara bertajuk Tribute to Innovators and Authors itu juga sebagai malam peduli Palu dan Donggala.

Rektor IPB Arif Satria menyebutkan bahwa acara atau konser malam itu sengaja digelar sebagai persembahan khusus untuk orang-orang yang berprestasi dan membuat IPB menjadi besar.

"Kami ingin memberikan penghargaan kepada inovator-inovator dan author-author. Mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa bagi terwujudnya IPB sebagai kampus inovasi. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus sebagai upaya untuk memicu tumbuhnya inovasi-inovasi yang lain," ungkap Rektor Arif.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More