Metode Mengajar yang Efektif Tingkatkan Mutu Pendidikan

Penulis: Micom Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 01:45 WIB Humaniora
Metode Mengajar yang Efektif Tingkatkan Mutu Pendidikan

Regional Development Manager International Baccalaurete Organization (IBO) for South East Asia, Bangladesh, Sri Lanka Faizol Musa. MI/Muhammad Zen

Seorang pendidik harus bisa mengembangkan kemampuan siswa secara utuh, baik itu kecerdasan dari segi otak, fisik maupun spiritual. Sehingga mereka bisa menjadi insan-insan yang bisa mengembangkan inovasi-inovasi dan berbudi luhur.

Saat ini jamannya Artificial Intelligence/AI (kecerdasan buatan), sehingga para guru diharapkan bisa mencerna perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, lalu mengembangkan kreatifitasnya saat memberikan materi pendidikan di sekolah.

Menurut Regional Development Manager International Baccalaurete Organization (IBO) for South East Asia, Bangladesh, Sri Lanka Faizol Musa, diperlukan program pengembangan profesional yang sesuai untuk mengoptimalkan tingkat kemampuan guru dan pimpinan sekolah agar proses belajar berjalan efektif dan efisien.

''Diperlukan pimpinan sekolah dan guru yang profesional, yang mampu menyampaikan metode mengajar yang efektif sehingga akan tercipta siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga unggul dalam kepribadian,'' ujar Musa saat menghadiri diskusi bertajuk "Teaching Excellence: a Pathway to Success" yang diselenggarakan Yayasan Perkembangan Anak Indonesia (YPAI) di Jakarta, Sabtu (13/10).

Pendapat senada diungkapkan Director of SEAMEO SEAMOLEC, official kemendiknas training center Abi Sujak, sekolah perlu membudayakan bahwa guru adalah pemimpin, yang selalu ingin meningkatkan mutu proses mengajar, yang selalu memberikan contoh-contoh praktik yang baik dan menanamkan kolegialitas dengan semua rekan profesi.

''Dalam sistem secara keseluruhan di sekolah, yang paling penting adalah bagaimana bisa membangun sistem umpan balik yang berjalan terus menerus. Dengan feedback akan tercipta interaksi yang baik antara guru dan siswa, maka akan ada kehidupan sistem yang selalu tumbuh, perbaikan sistem itu sendiri dan berkembangnya mutu pendidikan,'' kata Abi Sujak.

''Sekolah itu tidak perlu mahal, yang penting itu kita mau belajar untuk mengajar, introspeksi demi perbaikan metode pengajaran yang lebih baik sesuai perkembangan zaman,'' ujarnya menambahkan.

Aset yang sangat berharga dari institusi pendidikan adalah para guru dan pimpinan sekolah yang profesional. Untuk itu sekolah perlu menyediakan program professional development yang sesuai untuk para tenaga pengajarnya.

Namun dari sekian banyak model professional development programs yang ada, menurut Ketua YPAI Linda Wijaya tidak satupun yang benar-benar terbaik. Yang harus dilakukan adalah memilih program yang paling sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

''Bukan jamannya lagi guru berdiri di depan kelas sambil menyampaikan materi pelajaran. Saat ini para siswa yang berbicara, guru mendengarkan lalu menjelaskan.'' jelas Linda.

Program teaching excellence yang dilakukan Mentari Center for Teaching Excellence (MCTE) bertujuan menciptakan tenaga pengajar yang mampu mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa depan yang bergerak ke arah artificial intelligence/AI (kecerdasan buatan).

''Apakah para guru bisa mencerna AI dengan baik dan mengembangkan kreatifitasnya saat melakukan proses mengajar di sekolah. Bagaimana membuat suasana kelas menjadi interaktif dengan diskusi misalnya, itulah metode pengajaran masa depan.'' kata Linda menambahkan.

Yayasan Perkembangan Anak Indonesia melalui program Mentari Center for Teaching Excellence (MCTE) menggelar diskusi yang bertujuan meningkatkan mutu tenaga pengajar dan pimpinan sekolah. Acara diikuti oleh para pimpinan sekolah, guru-guru dan anggota yayasan dengan pembicara tidak hanya Faizol Musa dan Abi Sujak, namun ada juga Senior Country Manager of Indonesia Dianindah Apriyani, dari Cambridge Assessment International Education.

''Paling tidak kita berusaha memberikan kontribusi untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar dan pimpinan sekolah di lingkungan atau sekolah yang ada di sekitar kita dulu. Semoga lain waktu bisa terus meluas hingga ke sekolah-sekolah lain.'' kata Linda menutup pembicaraan. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More