Setop Pembunuhan Harimau Sumatra

Penulis: (H-1) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 08:10 WIB Weekend
Setop Pembunuhan Harimau Sumatra

ANTARA

KONFLIK antara satwa dan warga tidak terhindarkan ketika hutan habitat satwa berubah fungsi sehinga binatang-binatang liar tersebut memasuki permukiman penduduk. Konflik tidak jarang membuat satwa, seperti harimau, gajah, dan orang utan mati terbunuh.

Peristiwa terakhir, harimau sumatra yang masuk ke perkampungan di Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara (Sumut), dibunuh beramai-ramai oleh warga.

Oleh karena itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut Utara meminta kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat agar melindungi harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dan mengharapkan tidak terjadi lagi penganiayaan oleh warga.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut Dana Prima Tarigan mengatakan, harimau masuk ke perkampungan karena kawasan hutan tempat hidup dan berkembang biak mereka telah dirusak manusia. Hal itu mengancam kehidupan harimau dan satwa lainnya.

Menurutnya, petugas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan BKSDA Mandailing Natal harus bertanggung jawab melindungi harimau dan satwa lainnya. Institusi pemerintah itu juga diminta menolak pengusaha yang menjadikan kawasan hutan negara tersebut sebagai perkebunan sawit dan areal pertambangan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More