Setop Pembunuhan Harimau Sumatra

Penulis: (H-1) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 08:10 WIB Weekend
Setop Pembunuhan Harimau Sumatra

ANTARA

KONFLIK antara satwa dan warga tidak terhindarkan ketika hutan habitat satwa berubah fungsi sehinga binatang-binatang liar tersebut memasuki permukiman penduduk. Konflik tidak jarang membuat satwa, seperti harimau, gajah, dan orang utan mati terbunuh.

Peristiwa terakhir, harimau sumatra yang masuk ke perkampungan di Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara (Sumut), dibunuh beramai-ramai oleh warga.

Oleh karena itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut Utara meminta kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat agar melindungi harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dan mengharapkan tidak terjadi lagi penganiayaan oleh warga.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut Dana Prima Tarigan mengatakan, harimau masuk ke perkampungan karena kawasan hutan tempat hidup dan berkembang biak mereka telah dirusak manusia. Hal itu mengancam kehidupan harimau dan satwa lainnya.

Menurutnya, petugas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan BKSDA Mandailing Natal harus bertanggung jawab melindungi harimau dan satwa lainnya. Institusi pemerintah itu juga diminta menolak pengusaha yang menjadikan kawasan hutan negara tersebut sebagai perkebunan sawit dan areal pertambangan.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More