WAWANCARA Dapat Pujian dari Asian Paralympic Committee

Penulis: (Rul/R-3) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 07:10 WIB Olahraga
WAWANCARA Dapat Pujian dari Asian Paralympic Committee

KORESPONDEN/VICKY MICOM

PERHELATAN olahraga bagi para penyandang disabilitas se-Asia atau Asian Para Games (APG) 2018 akhirnya ditutup semalam. Indonesia sebagai tuan rumah mendapat banyak pujian meski tetap tak lepas dari kritikan yang membangun dari banyak pihak.

Panitia Penyelenggara APG 2018 (Inapgoc) pun memiliki andil besar dalam kesuksesan penyelenggaraan. Berikut merupakan kutipan wawancara Media Indonesia dengan Ketua Panitia Pelaksana Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc), Raja Sapta Oktohari.

Bagaimana menurut Anda terkait penyelenggaraan Asian Para Games kali ini?

Penyelenggaraan luar biasa, artinya kita sudah berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik dan alhamdulillah kita dapat apresiasi dari semua pihak. Dari Asian Paralympic Committee (APC), dari semua kontingen, dari semua respons yang kita dapat tampaknya Asian Para Games yang terbaik yang pernah ada.

Bagaimana evaluasi Inapgoc dari sisi penyelenggaraan?

Sudah cukup maksimal semuanya terutama dari volunter. Tim Inapgoc sejak opening hingga closing ceremony itu tiap hari ada saja mendapat masalah, tetapi selalu kami mengevaluasi dan dapat diselesaikan. Ya, kita bersyukurlah artinya. Mulai pembukaan, meski ada masalah, tetapi tidak sampai merusak esensi dari APG itu sendiri.

Semula Inapgoc ingin agar APG mengikuti kesuksesan Asian Games 2018 lalu. Lantas bagaimana pandangan Anda terkait hal itu?

Pesannya sampai ya, karena banyak respons positif, feedback positif. Karena tadinya kan susah sekali untuk komunikasi, bahkan animo masyarakat sendiri mulai yang tadinya sedikit antusias di awal-awal karena belum kenal dengan Asian Para Games, tetapi dari sejak hari kedua hingga seterusnya respons masyarakat semakin positif dan meningkat.

Bahkan, saya dapat informasi dari traffic control khususnya yang paling rame itu hari Jumat karena ada 140 ribu orang yang masuk ke Gelora Bung Karno (GBK). Tak hanya itu, dari sisi prestasi juga kita bahkan melebihi target, dari yang awalnya hanya 16, sekarang bisa lebih dari 30. Ini dapat menjadi modal bagi mereka juga untuk menatap jenjang lebih tinggi, seperti Paralimpiade.

Apa yang membuat masyarakat antusias dari penyelenggaraan?

Orang kita kan susah panas ya, apalagi ini barang baru dan waktu promosi kita mengakui sangat pendek. Tapi, semakin ke sini, masyarakat antusias, sayangnya penutupan kita memang pakai tempat yang kecil karena enggak ada tempat lagi, atletik itu masih tanding sampai sore. Jadi, enggak bisa di GBK, makanya kita menggelar acara penutupan di Stadion Madya dengan kapasitas tempat duduk 18 ribu.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More