Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Manusia Terkait Korban Banjir

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 22:54 WIB Nusantara
Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Manusia Terkait Korban Banjir

ANTARA FOTO/McAeil

KAPOLDA Sumatera Barat, Irjen Pol Fakhrizal mengatakan akan menyelidiki keterlibatan manusia sehingga mengakibatkan banjir bandang yang memakan korban jiwa di Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

"Kita akan dalami, selain karena faktor alam, kita juga akan mendalami campur tangan manusia," katanya saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Nagari Tanjung Bonai, Sabtu.

Ia menyebutkan, selain faktor alam, faktor lain seperti keterlibatan manusia juga juga perlu diperhatikan, sehingga pihaknya akan mendalami campur tangan manusia sehingga terjadi musibah yang merenggut nyawa manusia.

Pada musibah banjir bandang yang terjadi pada Kamis (11/10) itu, selain membawa lumpur, banjir juga membawa material kayu berukuran besar.

Kayu-kayu berukuran besar tersebut menghantam pemukiman dan warung warga bersamaan dengan datangnya banjir bandang. Dari musibah itu salah satu unit rumah dilaporkan hanya tinggal pondasi.

Ia menambahkan keberadaan alat berat juga sangat dibutuhkan untuk membersihkan lokasi bencana, sementara saat ini hanya terdapat satu unit, sehingga dibutuhkan tambahan alat berat.

"Kita tengah melakukan pembersihan dan saat ini baru ada satu alat berat di lokasi, minimal butuh 3 hingga 4 alat berat," ujarnya.

Sebelumnya, pada pukul 12.50 WIB tim evakuasi kembali menemukannya satu dari dua korban yang dilaporkan hilang, sehingga menambah angka korban meninggal dunia menjadi sebanyak lima orang.?

Sementara itu Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi menetapkan status tanggap darurat atas bencana tersebut selama tujuh hari yang terhitung mulai Kamis, 11 Oktober 2018.

Selain itu ia menginstruksikan untuk memprioritaskan evakuasi terhadap manusia, dimana dalam perkembangan terakhir masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Selanjutnya ia juga meminta untuk memanagement para relawan untuk membersihkan material banjir yang sanggup ditangani oleh tanaga manusia, sementara untuk membersihkan material longsor yang besar ia meminta untuk memobilisasi alat berat. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More