PSSI Panggil Pemain Sriwijaya FC dengan Ancaman

Penulis: Eko Rahmawanto Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 22:55 WIB Olahraga
PSSI Panggil Pemain Sriwijaya FC dengan Ancaman

MI/Dwi Apriani

MANAJER Sriwijaya FC Ucok Hidayat merasa geram dengan cara yang dilakukan PSSI saat memanggil pemainnya untuk memperkuat timnas Indonesia. 

Ia, menyebut induk sepakbola nasional tersebut mengajak pemain tanpa lebih dulu berkomunikasi dengan klub.

Padahal, Ucok menilai seharusnya PSSI mengirimkan surat panggilan ke klub terlebih dahulu. Namun, nyatanya setiap pemain yang dipanggil dihubungi lewat telepon barulah suratnya menyusul ketika sudah bergabung. 

"Mereka (PSSI) tidak mengancam ke kita, tapi ke pemain. Beto (Alberto Goncalves) diancam. Pemain jadi takut, apalagi naturalisasi," kata Ucok di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, kemarin.

"Jangan samakan (Stefano) Lilipaly dan (Ilija) Spasojevic, karena mereka dibiayai oleh negara, oleh PSSI. Kalau Beto dan (Esteban) Vizcarra, sepeser pun PSSI tak tahu. Setelah jadi baru, 'ooo ini orang kita'," tambahnya.

Selain itu, Ucok menyampaikan timnya merasa rugi dengan kehilang pemain-pemain yang dipanggil timnas Indonesia. Mengingat, selain Beto dan Vizcarra ada tiga pemain lainnya yang diajak bergabung yakni Zulfiandi, duo timnas Indonesia U-19 Syahrian Abimanyu, dan Samuel Christiansen.

Hanya saja Vizcarra kini sudah dikembalikan PSSI ke Sriwijaya FC. Gelandang berusia 32 tahun tersebut tak masuk daftar pemain timnas Indonesia kontra Hong Kong yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, 16 Oktober mendatang.

"Tidak bijak. Kami kehilangan satu pemain inti saja kacau, apalagi lima, pemain bagus semua. Yang dipanggil memang bagus, tidak ada yang jelek," tegas Ucok lagi.

"Kalau orang berkuasa, tidak dapat diprotes. Kami menghadapi yang tidak jelas. Mereka selalu membawa rules, kalau umpamanya dipanggil timnas, itu aturan FIFA, jadi tidak boleh ditolak. Dan rule FIFA itu, umpamanya sedang ada timnas, tidak boleh ada kompetisi," tuturnya gemas. (O-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More