The Three Lions Gagal Lakukan Revans

Penulis: Nurul Fadillah fadillah Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 06:00 WIB Sepak Bola
The Three Lions Gagal Lakukan Revans

AFP/ STRINGER

TIM nasional Inggris gagal melakukan revans dari timnas Kroasia pada babak semifinal Piala Dunia 2018. Pada pertemuan kedua tim yang berlangsung di UEFA Nations League liga A grup 4, pada Sabtu (13/10), dini hari tadi, skuat the Three Lions harus puas dengan skor kacamata 0-0 di Stadion HNK Rijeka, Kroasia.

Laga kedua tim juga tampak ku-rang gereget tanpa hadirnya pemain ke-12, alias penonton. Pasalnya, tuan rumah Kroasia masih menjalani sanksi laga tanpa penonton di dua pertandingan.

Sebelumnya, timnas Kroasia dike-nai sanksi akibat menampakkan simbol gerakan politik swastika pada partai Kualifikasi Piala Eropa 2016 saat melawan Italia di Split, pada Juni 2015.

Dengan demikian, pertandingan di stadion berkapasitas 8.000 suporter tersebut diadakan secara tertutup dengan hanya dihadiri ofisial pertandingan, VIP dari asosiasi Kroasia dan Inggris, staf tim, media, dan polisi.

Laga tersebut menjadi laga perdana bagi Inggris bermain tanpa suporter. Sementara itu, bagi Kroasia ini menjadi laga hukuman kedua setelah sebelumnya bermain tanpa penonton melawan Bulgaria pada Oktober 2015.

Harry Kane pun mengatakan, keti-dakhadiran penonton turut meme-ngaruhi jalannya pertandingan yang kurang bergairah. "Saya pikir kami akan menghadapi mereka dengan baik, tetapi rasanya sulit tanpa atmosfer penonton," ujar kapten skuat the Three Lions.

Di balik alasan Kane tersebut, rivalitas kedua tim sejatinya cukup ketat. Baik Kroasia maupun Inggris sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan mereka masing-masing.

The Three Lions sedikit unggul dari sisi penguasaan bola sebanyak 54%, sedangkan dari sisi peluang, kedua tim sama-sama mencetak enam tembakan dengan tiga di antaranya menuju tepat ke arah gawang. Sayangnya, hingga peluit akhir tak ada satu gol pun yang bersarang di gawang.

Arsitek the Three Lions, Gareth Southgate, menanggapi positif hasil imbang yang diraih timnya. Menurut Southgate, hasil tersebut menggambarkan kuatnya lini bertahan yang kini mereka miliki.

Hadirnya John Stones, Harry Maguire, dan Eric Dier semakin memperkukuh dinding pertahanan timnya. "Kami telah sukses membangun pertahanan dengan adanya mereka bertiga dan dengan Eric di posisi yang membuatnya sempurna sehingga ini adalah ide kami," ucap Southgate.

Hasil imbang tersebut membuat kedua tim rentan terdegradasi ke Liga B setelah hanya mengantongi satu poin dari dua laga. Inggris berada di peringkat kedua karena unggul selisih gol atas Kroasia di dasar klasemen, sedangkan Spanyol memuncaki klasemen dengan 6 poin.

Lukaku tampil apik

Romelu Lukaku tampil gemilang dan membawa Belgia meraih kemenangan 2-1 atas Swiss pada laga grup 2 liga A di Stade Roi Baudouin di hari yang sama.

Lukaku sukses memborong dua gol kemenangan yang ia ciptakan pada menit ke-58 dan ke-84, sedangkan satu gol balasan dari kubu Swiss tercipta dari penyerang Mario Gavranovic pada menit ke-76.

Arsitek tim 'Setan Merah', Roberto Martinez, pun mengaku bangga dengan performa anak asuhnya. Pujian pun tertuju kepada Lukaku dan Dries Mertens sebagai pemain terbaik di pertandingan kali ini.

"Lukaku ialah pencetak gol yang sensasional. Apa yang telah dia lakukan di level internasional untuk Belgia dalam dua tahun terakhir sudah cukup menggambarkan segalanya," ujar Martinez. (AFP/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More