Tumbuhkan Kesadaran Politik lewat Lomba Lagu

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 19:25 WIB Politik dan Hukum
Tumbuhkan Kesadaran Politik lewat Lomba Lagu

Monica Anggi JR---youtube

PEMILIHAN Umum terlalu penting jika hanya diserahkan kepada pemerintah, apalagi hanya kepada Komisi Pemilihan Umum. Sekelompok kreator mengambil inisiatif berkampanye mengurangi golongan putih (golput) dalam pemilu melalui lomba lagu.

“Kami khawatir generasi milineal semakin apatis soal pemilu. Lalu semakin banyak dari mereka yang memilih abstain alias golput, tak datang ke TPS (tempat pemungutan suara)," ujar Monica Anggi JR, penggagas acara, dalam keterangannya, Sabtu (13/10).

Pengalaman Pilkada Jakarta di era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok cukup mendalam. Masyarakat terbelah. Sentimen primordialisme meningkat. Keakraban warga berganti permusuhan. Kepercayaan antara komunitas berkurang. Apa jadinya jika suasana muram itu berulang ke tingkat nasional, dalam musim Pilpres ini, sambung Monica.

Lomba lagu pun dirancang. Lirik lagu sudah disiapkan yang mengajak warga gunakan hak pilih. Satu suara menentukan.

Ini antara lain, cuplikan liriknya:

Ini pesta demokrasi
Kita pilih pemimpin negri
Boleh beda jangan benci

Berkompetisi, jangan sensi

Jangan sembarang memilih
Ingat saja pesan kakek
Pastikan yang kamu pilih

Merah Putih harus berkibar

Jangan sembarang mencoblos
Ingat saja pesan nenek
Pastikan yang kamu coblos
Pancasila harus berkobar

Ayo jangan lupa memilih
Suara kamu menentukan
Bahkan satu suara
Nasib bangsa bisa berbeda

Bahasa lagu cukup gaul karena target utama lomba ini memang generasi mileneal. Menurut Monica, pihak panitia meminta pengamat politik Denny JA membuat lirik.

"Kami memilih Denny JA karena di samping ia penyair, ia juga punya wawasan membangun kultur demokrasi," kata Monica.

Pemenang lomba lagu akan mendapatkan hadiah Rp100 juta. Adapun lagu pemenang, lanjut dia, akan dibawakan oleh para penyanyi papan atas Tanah Air.

"Kontes lagu ini pada dasarnya  hanya memusikalisasi lirik 'Satu Suara, Membuat Beda' karya Denny JA. Lirik sudah ada. Yang dilombakan hanya lagunya (musiknya). Penyerahan lagu berlangsung dari 15 Oktober sampai 30 November 2018," terangnya.

Monica dibantu oleh dua kawan sejawatnya Riris Puri dan Arie Prijono menjadi panitia Gerakan Ayo Memilih. Juri-juri untuk kontes lagu juga dipilih dari kalangan musisi ternama, yakni Ronny dan Edwin (Band Cokelat), dan Enda (Band Ungu). Sedangkan Merah Putih News dan Jeune and Raccord mendukung penuh dari sisi media partner.

Untuk mengikuti kontes, caranya cukup mudah. Peserta cukup mengunggah video lagunya di akun YouTube masing-masing.

Peserta juga diharapkan mengisi data diri dan menyerahkan link video mereka di laman resmi Gerakan Ayo Memilih. Peserta juga diwajibkan mengikuti menjadi follower di akun media sosial Gerakan Ayo Memilih di Twitter, Facebook, dan Instagram.

"Semakin banyak yang berpartisipasi semakin baik karena pemilu ini juga pentas bagi para kreator," pungkas Monica. (RO/OL)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More