Demi Perjumpaan setelah Kegetiran

Penulis: Ramdani Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 23:00 WIB Weekend
Demi Perjumpaan setelah Kegetiran

MI/Ramdani

DI bekas rumah tersebut hanya tersisa satu bagian dinding yang masih berdiri. Di bagian pinggir dinding berpintu tiga itu terdapat tulisan yang meneriakkan harapan.

'Siva dan Dina selamat, di Jalan Cemangi depan pabrik tahu,' demikian tulisan kemudian diikuti dengan nomor telepon tersebut.

Mereka yang menulis ialah korban bencana alam dahsyat yang menimpa Palu, Sigi, dan Donggala akhir bulan lalu. Meski daerah mereka merupakan salah satu yang paling parah terdampak, hingga bangunan pun sulit dikenali, harapan memang tidak pernah pudar. Terlebih memang harapan pula yang membuat yang selamat bisa bertahan dan selanjutnya bangkit lagi menata hidup.

Di Palu, Sigi, dan Donggala pula sesungguhnya kekuatan kebangkitan bukan hanya karena didorong perjumpaan dengan orang terkasih. Kekuatan juga terlihat di diri anak-anak yang bisa tetap menemukan keceriaan di tengah kemorat-maritan.

Seperti dilihat di surat yang ditulis anak-anak korban gempa untuk anak-anak di seluruh Indonesia. Meski masih lekat ingatan mereka akan mengerikannya gempa-tsunami ataupun likuifaksi, tidak jarang pula yang menorehkan jika mereka gembira bisa berkumpul dengan teman-teman.

Kekuatan dan harapan inilah yang juga harus disambut oleh seluruh anak bangsa. Hanya dengan kepedulian dan uluran bantuan, kekuatan, dan harapan para korban gempa bisa menjadi energi yang terus berlanjut untuk bangkit.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More