Analogikan Game of Thrones, Ekonom Sebut Jokowi Ingin Tekankan Positive Sum Game

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 20:48 WIB Ekonomi
Analogikan Game of Thrones, Ekonom Sebut Jokowi Ingin Tekankan Positive Sum Game

IST

EKONOM Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai analogi Game of Thrones yang disampaikan Presiden Joko Widodo adalah untuk mengangkat kesalahkaprahan mengenai perekonomian global yang ada saat ini.

Jokowi, menurutnya, ingin menekankan bahwa ekonomi global jangan dipandang sebagai zero sum game dimana keuntungan suatu negara merupakan kerugian bagi negara lain.

"Orang harus sadar dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi kemarin bahwa yang namanya ekonomi global itu bukan zero sum game, kalau saya menang, orang lain kalah. Atau orang lain menang, saya kalah. Itu yang harus diubah," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (13/10).

Padahal, sambung Yose, ekonomi global harus dipandang sebagai positive sum game dimana setiap pihak akan mendapatkan keuntungan. "Positive sum game, sama-sama untung. Itu yang sangat ditekankan oleh Presiden Jokowi. Analogi Game of Thrones ini untuk mengangkat kesalahkaprahan logika atau pandangan yang ada saat ini," jelasnya.

Kondisi saat ini, dikatakan Yose, belum masuk pada perang dagang yang sesungguhnya. Kendati demikian, ketegangannya memang sudah meningkat akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Hal tersebut yang kemudian membuat ketidakpastian yang tidak disenangi oleh pasar dunia.

Karena itu, lanjutnya, ketidakpastian tersebut harus diantisipasi. Jika ketidakpastian itu tidak diatasi bersama, maka ketegangan pun akan meningkat menjadi perang dagang yang tidak hanya melibatkan AS-China tapi juga negara lainnya.

"Misalnya produk China diblok masuk ke Amerika, kemudian itu dialihkan ke negara-negara lain, misalnya Indonesia, dan Indonesia meningkatkan tarifnya untuk produk China, Indonesia juga ikut perang dagang, begitu juga negara-negara lain, akan lebih besar," tuturnya.

Adapun salah satu cara menurunkan ketegangan tersebut, menurut Yose, negara-negara di luar Amerika, terutama Asia Timur, harus sepakat dan lebih tegas untuk tetap melakukan integrasi ekonomi dan mempunyai komitmen untuk perdagangan bebas. "Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyukseskan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), tahun ini harus bisa diselesaikan," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More