Hasto: Sudirman Jangan 'Playing Victim', Rakyat Muak dengan Kebohongan

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 20:24 WIB Politik dan Hukum
Hasto: Sudirman Jangan

mi/SUSANTO

SEKRETARIS TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, respon Alumni UGM atas pernyataan Sudirman Said berlangsung cepat. Ia menyatakan bahwa setiap tim kampanye seharusnya paham bahwa Kampus memang netral, clear and clean dari kampanye politik.

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (13/10).

Hasto menilai Sudirman Said seperti berusaha menciptakan kesan playing victim. Dirinya membuat seolah teraniaya, padahal memang telah salah langkah dan gegabah.

"Pak Sudirman Said tidak perlu playing victim. Rakyat sudah muak dengan kebohongan terencana seperti Ratna Sarumpaet. Jadi maaf Pak Sudirman Said, jurus Anda sudah tidak laku," ujar Hasto.

Sebagai tokoh yang berpendidikan, Sudirman Said seharusnya memahami aturan tersebut. Marwah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati. Terlebih mahasiswa, dimana proses kepemimpinan nasionalpun datang dari dunia kampus.

Hasto menilai, kehadiran Sudirman Said memang terlalu dini. Seperi kampanye awal yang dipaksakan.

“Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi paslon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya. Terlebih UGM, mereka sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap seluruh visi-misi dan agenda strategis Paslon 01 dan 02," ujar Hasto.

Klaim Sudirman Said yang merasa seperti bahwa dirinya diperlakukan negatif juga dianggap tidak tepat. Terlebih dengan menyampaikan ada ancaman DO.

“Ini jaman Now. Mana ada yang main kayu dengan ancaman DO? Terlebih UGM yang dikenal sebagai universitas perjuangan. Pernyataan Pak Sudirman Said justru telah merendahkan martabat UGM yang dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi demokrasi Pancasila," ujar Hasto.

Seperti diketahui, Fakultas Peternakan UGM melakukan pembatalan Seminar Kebangsaan Kepemimpinan Era Milenial dengan pembicara mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, dan mantan Menteri Agraria Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan. Acara itu semula dijadwalkan berlangsung di auditorium Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat, 12 Oktober 2018, pukul 14.00.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus menegaskan tidak ada unsur politik dalam pembatalan itu. Acara itu dibatalkan karena penyelenggaranya bukan dari elemen di bawah fakultas atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Namun, Sudirman beranggapan jika pelarangan tersebut tidak menunjukkan bahwa kampus telah menjadi alat politik. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More