Masa Tanggap Darurat di Sulteng Diperpanjang

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 20:20 WIB Nusantara
Masa Tanggap Darurat di Sulteng Diperpanjang

MI/ADAM DWI

MASA tanggap darurat penanganan bencana di Sulawesi Tengah diperpanjang selama 14 hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah memperpanjang masa tanggap darurat yang berlaku hingga 26 Oktober mendatang.

"Evakuasi dan pencarian korban dihentikan per Jumat (12/10), sementara penanganan darurat lain tetap berjalan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada Media Indonesia, Sabtu (13/10).

Keputusan itu, kata Sutopo, diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi antara berbagai stakeholder penanganan bencana di Sulteng. Menurut dia, masih banyak masalah penanganan bencana yang perlu diselesaikan, antara lain pembangunan hunian sementara, penanganan medis, dan perlindungan sosial pengungsi.

"Dalam masa perpanjangan tanggap darurat, juga terus dilakukan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana, serta pembersihan puing bangunan," imbuh Sutopo.

Saat ini, pemerintah daerah setempat dengan dukungan kementerian/lembaga sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara.

Pascaevakuasi resmi dihentikan, data korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, Sigi, dan sekitarnya, mencapai 2.090 jiwa. Adapun korban luka berat mencapai 10.679 orang dan lebih dari 87.000 warga mengungsi. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More