Satgas Pemulihan Gempa dan Tsunami Diminta Segera Bergerak

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 19:00 WIB Nusantara
Satgas Pemulihan Gempa dan Tsunami Diminta Segera Bergerak

ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

KETUA Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah, M Masykur mengapresiasi upaya pemerintah pusat membentuk satuan tugas (Satgas) dalam rangka pemulihan pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala.

Menurutnya, sebagaimana dinyatakan Wakil Presiden M Yusuf Kalla saat berkunjung di Palu, upaya percepatan pemulihan kondisi itu memang sudah sepatutnya ada organisasi negara secara adhoc yang mengurus emergency dan transisi pemulihan krisis.

Sebab, aparatur daerah tidak mungkin efektif. Terlebih, mereka juga sebagian besar adalah korban maupun keluarganya jadi korban.

"Nasib puluhan ribu warga hari ini masih hidup di tenda pengungsian dan ribuan jiwa diantaranya tidak lagi memiliki rumah tinggal," terang Masykur di Sigi, Sabtu (13/8).

Dia menyebutkan, merujuk data yang dirilis Posko Sargasgabpad, jumlah pengungsi mencapai 78.994 orang. Sedangkan rumah yang rusak ada 67.310 unit.

Oleh karenanya itu, Masykur berharap Satgas itu bisa bergerak cepat untuk bekerja. Lakukan inventarisir masalah dan rekonsolidasi data kerusakan rumah dari rusak ringan sampai berat, dari yang masih bisa dihuni sampai yang tidak lagi bisa dihuni.

"Kami anggota DPRD siap berkoordinasi dan mengambil peran strategis bila memang diperlukan. Organisasi negara dalam bentuk satuan tugas adalah kebutuhan transisi, jadi pemerintah daerah bisa beradaptasi dan berkoordinasi untuk membantu tugas-tugas strategis ini," ungkapnya.

Masykur menyebutkan, masalah krusial dalam masa pemulihan krisis adalah memastikan berapa banyak Kepala Keluarga yang harus direlokasi ke wilayah hunian baru karena lokasi tempat tinggal sebelumnya tidak memungkinkan lagi ditinggali, seperti di Kelurahan Petobo, Balaroa, pesisir pantai Palu dan Donggala, serta Desa Jono Oge dan Sibalaya Utara, Sigi.

"Gubernur bersama Wali Kota, Bupati Donggala dan Sigi diharap segera menyiapkan dimana lokasi ideal yang pas dijadikan kawasan hunian baru, bukan untuk siapa-siapa tapi demi dan atas nama keadaban dan keselamatan hidup warga," papar Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng itu.

Namun, tambah Masykur, sebelum lebih jauh melangkah, hal mendesak yang perlu dilakukan adalah pemusatan pengungsi pada titik aman dan akses pemenuhan pangan, kesehatan dan pendidikan anak-anak.

"Itu menjadi penting dan jangan sampai diabaikan," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More