Menag Sebut MTQ Nasional Kesuksesan Pemerintah Pusat dan Daerah

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 23:45 WIB Nusantara
Menag Sebut MTQ Nasional Kesuksesan Pemerintah Pusat dan Daerah

ANTARA

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan kesuksesan penyelenggaraaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-27 merupakan kesuksesan bersama pemerintah pusat dan daerah.

"Diharapkan syiar MTQN akan membekas karena tujuan MTQ adalah melahirkan kesadaran untuk mencintai Al Quran dan mengamalkannya," katanya pada acara penutupan MTQN di Medan, Jumat (12/10).

Menurut Menag, pengamalan Alquran dengan baik dalam kehidupan diperlukan untuk menjaga kekondusifan kehidupan bangsa.

"Kita perlu energi untuk menjaga persatuan dalam keberagaman dan MTQN adalah salah satunya," katanya.

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan MTQN ke-27/di daerah itu juga sudah terbukti menggerakkan perekonomian.

"Jadi memang jelaslah bahwa Alquran sebagai rahmatan lilalamin," ujarnya.

Apalagi acara MTQN yang sejak dibuka resmi Presiden Joko Widodo tanggal 7 Oktober berjalan aman dan lancar serta banyak dikunjungi masyarakat.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyempatkan hadir menutup acara MTQN di Sumut di tengah jadwal kerja yang padat.

"Sebagai tuan rumah MTQN XXVII, Sumut dengan rasa tulus dan ikhlas berterima kasih kepada seluruh peserta dan berbagai kalangan," katanya.

Pada malam penutupan itu, Ketua Dewan Hakim MTQN XXVII Prof DR H Rom Rowi mengumumkan juara 10 besar.

Sebagai juara umun adalah DKI Jakarta, juara 2 Banten, dan Sumut juara 3. Adapun juara 4 hingga 10 masing-masing Kepulauan Riau, Jawa Timur, Riau, Jawa Barat, Aceh, DI Jogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.       

Pada acara itu diumumkan bahwa tuan rumah MTQN XXVIII adalah Sumatra Barat dengan diserahkannya bendera MTQN  dari Menteri Agama ke pejabat Pemprov Sumatra Barat. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More