Warga Terdampak Bencana Direlokasi ke Palu Utara

Penulis: Golda Eksa Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 23:40 WIB Nusantara
Warga Terdampak Bencana Direlokasi ke Palu Utara

MI/Ramdani

SATGAS penanggulangan bencana Divisi Infanteri 3/Kostrad dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara 16/Sula Bhuana Cakti yang tergabung dalam Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Kosatgasgabpad) melaksanakan relokasi pengungsi warga korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Danyon Arhanud 16/SBC Letkol Arh Agung Rakhman Wahyudi, mengatakan warga yang akan direlokasi berasal dari Kecamatan Tawalie dan akan dipindahkan ke Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara. Lokasi tersebut mampu menampung sekitar 3.000 pengungsi.

“Ribuan warga yang sudah tidak memiliki rumah di Kecamatan Tawalie nantinya akan direlokasi ke Kelurahan Kayumalue, dengan mendirikan tenda yang dapat menampung sekitar 3.000 orang pengungsi,” ujarnya melalui keterangan dari Pusat Penerangan TNI, Jumat (12/10).

Menurut dia, di tempat relokasi yang baru rencananya akan disiapkan beberapa tenda pengungsian yang dapat menampung sekitar 2.000-3.000 pengungsi. Pun tenda dilengkapi dengan fasilitas dapur lapangan, posko kesehatan, MCK, jaringan listrik, dan air bersih.

“Dengan relokasi ini diharapkan dapat memberikan tempat pengungsian yang sehat dan layak huni untuk sementara waktu,” kata dia.

Ia mengemukakan bahwa untuk penyediaan air bersih yang cukup di tempat relokasi para pengungsi, TNI akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Geologi untuk membuatkan sumur bor baru.

"Untuk kelancaraan pada pelaksanaannya, satgas akan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Kementerian ESDM, satgas PLN di Kota Palu dan tokoh masyarakat setempat," tandasnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More