Anugerah Kihajar Diberikan kepada Kepala Daerah yang Majukan TIK

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 22:40 WIB Humaniora
Anugerah Kihajar Diberikan kepada Kepala Daerah yang Majukan TIK

MI/Oebai

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 kepada 5 gubernur, 7 wali kota dan 4 bupati, yang berprestasi dalam memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pendidikan di daerah masing-masing.

Penghargaan tersebut disematkan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, pada Malam Anugerah Kihajar ke-7 2018, di Jakarta, Jumat (12/10) malam.

"Kemendikbud memberikan apresiasi bagi daerah yang telah bekerja keras memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK di wilayahnya,” kata Didik, mewakili Mendikbud Muhadjir Effendy yang berhalangan hadir.

Dikatakan, kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan sulit merupakan tuntutan kemajuan zaman, juga karena kondisi negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau maka TIK merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu.

Anugerah Kihajar 2018 mengangkat tema 'Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0'.

Dengan tema tersebut diharapkan Anugerah Kihajar dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia.

"TIK bisa meningkatkan penyerapan teknologi pada siswa karena mereka akan mudah menyerap ilmu dari tampilan yang lebih beragam. Melalui TIK, kita bisa mendatangkan laboratorium alam ke kelas," jelas Didik.

Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto, mengutarakan Anugerah Kihajar untuk gubernur, bupati/wali kota diberikan sebagai penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah dan lembaga pemerintah yang terkait dengan pendidikan.

Adapun lima gubernur yang meraih penghargaan KiHajar Peduli TIK antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Adapun wali kota yang meraih penghargaan KiHajar antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Menurut Gogot, proses penilaian dilakukan sejak Juni hingga Agustus 2018 oleh tim juri dari kalangan perguruan tinggi, pakar TIK, komunitas TIK dan kalangan internal Kemendikbud, yaitu Pustekkom. Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, ditetapkan nama penerima anugerah berdasarkan empat kategori yaitu: utama, madya, pertama, dan khusus.

Penghargaan KiHajar juga diberikan kepada para pemenang Kuis Kihajar, Lomba Mobile Kihajar, Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan, Ensiklomedia, Membatik (membuat bahan belajar berbasis TIK) , serta Duta Rumah Belajar. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More