Konser Yanni di Tiga Negara Ditunda

Penulis: Retno Hemawati Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 22:38 WIB Weekend
Konser Yanni di Tiga Negara Ditunda

wikipedia

MUSISI dan komposer dunia asal Yunani, Yanni, 63, yang sedianya akan konser di Indonesia berhalangan hadir karena kecelakaan yang menimpanya. Konser yang sedianya akan dihelat pada 20 Oktober 2018 di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, 20 Oktober 2018 kemudian ditunda dalam batas waktu yang belum bisa ditentukan. 

Melalui akun media sosialnya, Kamis (11/10/2018) siang, Yanni mengumumkan penundaan aksi panggungnya di 'Prambanan Orchestra' itu.
"We regret to inform you that Yanni's concerts this October will be postponed (Kami menyesal memberi tahu Anda bahwa konser Yanni Oktober ini akan ditunda)," kata Yanni.

Awalnya Yanni tertarik konser akan digelar di Candi Prambanan. Dia memang dikenal sebagai musisi yang sering beraksi di banyak tempat cagar budaya ternama dunia lain.

Di Prambanan Orchestra edisi pertama ini, musisi dan komposer kelas dunia itu berencana unjuk kebolehan di hadapan ribuan penikmat musik Tanah Air di kompleks warisan bersejarah mahakarya tersebut. Aksinya itu seiring rangkaian tur dunianya bertajuk Yanni 25 Acropolis.

Selain Indonesia, musisi dunia yang lahir pada 14 November 1954 tersebut juga menunda konser di dua negara lain, yakni Uzbekistan dan Korea Selatan. CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi, membenarkan penundaan konser Yanni di Prambanan Orchestra. (Eno)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More