Tenis Meja dan Renang Tambah Perak

Penulis: Ant/Beo/R-3 Pada: Sabtu, 13 Okt 2018, 00:00 WIB Olahraga
Tenis Meja dan Renang Tambah Perak

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

PASANGAN nomor beregu putri cabang olahraga tenis meja Ana Widyasari dan Lola Amalia meraih medali perak pada pertandingan yang digelar di Ecovention Ancol, Jakarta, kemarin.

Ana dan Lola berhak atas medali perak setelah melakukan serangkaian pertandingan pada babak klasemen. Mereka memetik satu kali kemenangan dan satu kali kekalahan pada pertandingan sebelumnya pada Kamis (11/10).

Namun, kemarin, Ana dan Lola meraih kemenangan 2-0 atas pasangan Makau, Choi Nok dan Mok Nui.

Ana dan Lola berhadapan dengan Choi Nok dan Mok Nui pada fase ganda dengan skor 11-1, 11-3, dan 11-4. Selanjutnya, pada bagian tunggal Ana mengalahkan Mok Nui dengan skor 11-5, 11-3, dan 11-0.

Pelatih Bayu Widhie mengatakan memang nomor beregu tidak ditargetkan untuk mendapatkan medali. Hasil yang telah dicapai Ana dan Lola merupakan suatu yang luar biasa.

"Dari awal memang tidak ditargetkan. Jadi, kalau mereka menang, kami bangga sekali," kata Bayu.

Sementara itu, Ana mengaku senang bisa mendapatkan medali perak kedua. Dia mengatakan medali itu dipersembahkan untuk seluruh tim Indonesia.

Lola pun mengaku senang bisa mendapatkan perak yang menjadi medali pertamanya di ajang Asian Para Games 2018. Dia mengatakan perak itu dipersembahkan untuk Indonesia dan keluarganya.

"Saya senang, pastinya medali ini untuk warga Indonesia dan keluarga," ucap Lola.

Sementara itu, atlet pararenang Indonesia Jendi Pangabean merebut medali perak nomor 100 meter gaya kupu-kupu S9 putra kemarin. Dia mencapai kedua dengan waktu 1 menit 6,80 detik.

Daiki Kubo dari Jepang menjadi perenang tercepat dengan waktu 1 menit 5,40 detik dan merebut medali emas.

Jendi Pangabean adalah atlet renang andalan Indonesia yang semula diharapkan mampu merebut medali emas.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More