Sebagian Komitmen Investasi Langsung Jalan

Penulis: Raja Suhud Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 23:15 WIB Ekonomi
Sebagian Komitmen Investasi Langsung Jalan

ANTARA

SEBAGIAN dari komitmen pembiayaan infrastruktur senilai US$13,5 miliar yang ditandatangani 14 badan usaha milik negara (BUMN) dengan para mitra dan investor langsung jalan dan dieksekusi.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan sebagian besar komitmen investasi menunggu proyek yang ada jalan. Namun, ada juga yang langsung dieksekusi.

“Seperti penerbitan RDPT (Reksadana Penyertaan Terbatas) Jasa Marga sebesar Rp1,5 triliun, sudah langsung terserap investor. Kemudian KIK Dinfra (Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur) mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan, jadi tinggal ditawarkan,” kata Aloysius di Bali, Kamis (11/10) malam.

Selain itu, lanjut dia, ada juga pembiayaan dari Kfw Development Bank sebesar 15 juta euro bagi PLN untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko dan Ulumbu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Adapun untuk komitmen investasi terbesar dipegang Pertamina dengan CPC Corporation, perusahaan migas di Taiwan, senilai US$6,5 miliar guna membangun produk petrochemical dan turunannya yang amat dibutuhkan kini.”

Aloysius menegaskan komitmen investasi yang ditandatangani itu akan cair seiring dengan perkembangan proyek yang dikerjakan BUMN. Direktur Perencanaan Korporat PLN Syovie F Roekman mengungkapkan bantuan pendanaan dari Kfw sangat berguna bagi penyelesaian pembangunan kedua PLTP berbasis geotermal di NTT.

“Pendanaan ini penting untuk mengejar target bauran energi baru terbarukan. Dengan bunga rendah di bawah 1%, tentu berdampak positif bagi keuangan PLN,” ujarnya.


Hedging Maybank

Secara terpisah, PT Bank May bank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menjalin ke mitraan strategis dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) (PT SMI) melalui pe nyediaan foreign currency hedging iB kepada SMI.

Seremoni pengukuhan kemitraan itu dilakukan Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria bersama Dirut PT SMI Emma Sri Martini di sela Side Events IMF-World Bank Annual Meetings di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).
Melalui keterangannya, foreign currency hedging iB ialah produk lindung nilai (hedging) berbasis syariah, yang saat diluncurkan Maybank Indonesia pada Februari 2018 merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia.

Presdir Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan upaya lindung nilai menjadi solusi bagi nasabah menghadapi volatilitas nilai tukar rupiah atas mata uang asing khususnya dalam memitigasi risiko nilai tukar. “Kemitraan lindung nilai ini wujud dukungan Maybank Indonesia kepada korporasi, termasuk BUMN dalam mengelola pinjaman khususnya memitigasi risiko nilai tukar,” ujarnya.

Dirut SMI Emma Sri Martini berharap transaksi itu menjadi cikal bakal sumber pendanaan alternatif bagi perusahaan pembiayaan dan melakukan pengelolaan risiko nilai tukar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More