Gempa Banda tidak Berpotensi Tsunami

Penulis: Hamdi Jempot Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 21:10 WIB Nusantara
Gempa Banda tidak Berpotensi Tsunami

ANTARA

GEMPA tektonik berkekuatan 3,4 skala Richter (SR) menguncang wilayah Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dan sekitarnya pada Jumat (12/10) malam pukul 19.43 WIT, namun BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 19.43.38 WIT dengan kekuatan 3,4 SR itu episenternya terletak pada koordinat 4.57 LS dan 129.88 BT, tepatnya di laut 5 kilometer barat daya Banda Malteng pada kedalaman 10 km.

Peristiwa gempa bumi di Banda yang baru terjadi, hingga laporan ini dilaporkan pada pukul 20.47 WIT telah terjadi aktivitas gempa bumi susulan sebanyak satu kali.

Berdasarkan informasi warga, intensitas guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di Banda I-II SIG-BMKG (II-III MMI), sehingga guncangan gempa bumi dirasakan banyak orang. Dari informasi yang dihimpun belum ada laporan dari masyarakat terkait kerusakan maupun korban akibat gempa bumi.

Ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal yang menyebabkan terjadi deformasi batuan, sehingga memicu terjadinya gempabumi.

Meskipun dangkal dan terjadi di laut, BMKG menyatakan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG serta arahan dari BPBD. Khususnya masyarakat di pesisir pantai dihimbau agar tidak terpancing isu, karena gempabumi yang terjadi Tidak berpotensi tsunami. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More