Bawaslu Loloskan Gugatan 95 Bacaleg PBB, KPU Mungkin akan Banding

Penulis: Nurjiyanto Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 21:20 WIB Politik dan Hukum
Bawaslu Loloskan Gugatan 95 Bacaleg PBB, KPU Mungkin akan Banding

MI/Pius Erlangga

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan menindaklanjuti putusan Bawaslu terkait diloloskannya 95 bacaleg DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB)  yang namanya tidak masuk Sistem Informasi Pencalonan Pemilu (Silon) KPU.

Ketua KPU Arief Budiman menuturkan pihaknya akan melihat terlebih dahulu salinan putusan terkait gugatan tersebut. Hal lain yang menjadi pertimbangan ialah apakah pihak PBB juga akan mengajukan upaya hukum lain terkait putusan tersebut.

"Ya, segera. Kalau putusannya keluar, salinan sampai ke kita, sepanjang tidak ada upaya hukum lain, ya langsung kita eksekusi. Karena menurut ketentuan, kalau para pihak mengajukan upaya banding ke PTUN kan berarti belum bisa dieksekusi," ujarnya saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (12/10).

Pihaknya pun mengagendakan pembahasan sekaligus mempelajari putusan tersebut Senin mendatang.

"Mereka kan akan melakukan rapat pleno, mungkin peserta pemilu akan diundang, disampaikan bahwa terjadi perubahan DCT," ujarnya.

Sebagai informasi, Bawaslu mengabulkan gugatan sengketa yang diajukan PBB terkait 95 bakal calon anggota legislatif yang tidak lolos verifikasi KPU.

Gugatan tersebut awalnya diajukan oleh PBB terkait dua dapil yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU serta adanya 95 bacaleg yang dianggap tidak memenuhi syarat oleh KPU karena berkas persyaratannya belum lengkap lantaran namanya belum tercantum dalam Silon.

Sementara itu petitum yang disertakan dalam pengajuan sengketa gugatan ini ialah membatalkan SK DCS dan meminta KPU menerima dan melanjutkan verifikasi untuk 2 dapil dan 95 caleg tersebut. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More