Mantan Bos Lippo Grup Mengaku Siap Jalani Proses Hukum

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 21:05 WIB Politik dan Hukum
Mantan Bos Lippo Grup Mengaku Siap Jalani Proses Hukum

Ist

EDDY Sindoro yang merupakan mantan bos grup Lippo menyatakan dirinya siap untuk menjalani proses hukum yang berkaitan dengan dirinya. Sebelumnya, Eddy mengaku telah bersembunyi di sejumlah negara negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan juga Myanmar.

"Saya kira saya sudah di sini, dan siap untuk menjalani proses hukum yang ada, terima kasih," tutur Eddy saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi dengan menggunakan rompi oranye khas tahanan korupsi KPK, Jumat (12/10).

Saat ditanyakan terkait apakah merasa terancam atau pun mendapat paksaan akan penyerahan dirinya, Eddy memilih bungkam dan tidak menjawab. Begitu juga saat ditanyakan alasannya mengapa baru sekarang menyerahkan diri sejak buron dari 2016 silam Eddy tidak menjawab dan hanya berjalan ke mobil tahanan.

Usai mengantar Eddy, kuasa hukumnya, Eko Prananto, menjelaskan bahwa kliennya tidak dalam ancaman ketika menyerahkan diri di Singapura. Menurut Eko, kliennya tersebut cukup tenang dan tidak terlihat terancam saat menyerahkan diri.

"Oh tidak (mendapat ancaman), aman, dia menyerahkan diri sama sekali tidak ada ancaman," tutur Eko.

Eko pun mengaku tidak mengetahui mengapa kliennya meminta bantuan dari Mantan Ketua KPK periode 2003-2007 Taufiequrachman Ruki. Ia pun mengaku tidak tahu menahu selama ini Eddy kemana saja, sebab dirinya baru beberapa hari ini mendapat surat kuasa dari pihak Eddy sebagai kuasa hukumnya.

"Saya belum tahu, karena saya hanya menerima surat kuasa dan kemudian terbang ke Singapura dan ketemu beliau dan dirinya menyatakan ingin menyerahkan diri dan saya bawa ke kedutaan," tutur Eko.

Eko mengaku tidak mengetahui mengapa kliennya baru menyerahkan diri saat ini. Ia mengaku baru beberapa hari berdialog dengan kliennya dan belum berkonsultasi lagi sesudah itu.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyatakan, Eddy akan ditahan sementara di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. Penahanan tersebut akan berlaku untuk 20 hari pertama. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More