KPU Buka Peluang Umumkan Caleg Eks Koruptor di TPS

Penulis: Nurjiyanto Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 21:05 WIB Politik dan Hukum
KPU Buka Peluang Umumkan Caleg Eks Koruptor di TPS

MI/PIUS ERLANGGA

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menuturkan usulan agar caleg mantan terpidana korupsi diumumkan namanya dalam daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019 yang ditempel di tempat pemungutan suara (TPS), masih dalam tahap pertimbangan.

Ia menuturkan, opsi tersebut sudah masuk dalam bahan diskusi internal di pihaknya. Pasalnya, dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 Pasal 7 Tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten dijelaskan para mantan terpidana yang telah selesai menjalani masa pemidanaannya, secara kumulatif bersedia secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik serta mencantumkan dalam daftar riwayat hidup.

"Bisa saja, kalau yang itu masih dalam diskusi kita. Karena kan UU juga menyebutkan bahwa mantan terpidana itu harus declare. Nah declare itu kan bisa dimaknai juga KPU membantu men-declare itu di papan pengumuman. Sebenarnya itu sudah menjadi bahan diskusi kita, tapi kita belum memutuskan kita nanti akan melakukan yang seperti apa," ujarnya saat ditemui di kantor KPU, Jumat (12/10).

Pihaknya pernah mencoba membuat desain terkait penandaan tersebut. Namun setelah dievaluasi hal tersebut dinilai merepotkan dan tak sesuai dengan ukuran surat suara sehingga dirasa merepotkan.

Ia juga menuturkan desain surat suara sendiri sudah diatur berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017 sehingga tidak dimungkinkan hal-hal yang tidak ditentukan oleh undang-undang.

"Desain surat suara itu sudah ditulis rinciannya di dalam undang-undang. Misalnya untuk pemilu presiden ada gambar capres, nama, gambar partai pengusul, untuk DPR RI itu ada gambar parpol lalu nomor. Jadi kita tidak bisa mengisi surat suara dengan hal-hal yang tidak ditentukan undang-undang," ujarnya.

Sebelumnya, usulan penandaan terkait para caleg mantan napi koruptor muncul dari masyarakat. Hal tersebut muncul setelah Mahkamah Agung mengabulkan gugatan terkait pelarangan mantan napi eks koruptor mencaleg yang tertuang dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018. Adanya putusan tersebut membuat mantan napi koruptor bisa masuk kedalam DCT Pileg 2019. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More