Keberangkatan Dua Penjelajah Luar Angkasa Dialihkan Tahun Depan

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 21:00 WIB Internasional
Keberangkatan Dua Penjelajah Luar Angkasa Dialihkan Tahun Depan

(Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

BADAN Antariksa Federal Rusia menyatakan jadwal keberangkatan kosmonot Rusia, Aleksey Ovchinin, dan astronot Amerika Serikat (AS), Nick Hague, ke luar angkasa dialihkan pada musim semi tahun depan.

"Mereka pasti akan berangkat. Hanya saja kami mengubah jadwal penerbangan mereka ke musim semi tahun depan," ujar Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin melalui akun twitter. Dia menambahkan kedua penjelajah ruang angkasa akan kembali ke pusat pelatihan Star City di Rusia.

Ovchinin dan Hague hampir menemu ajal ketika roket Soyuz mengalami kerusakan atau tidak berfungsi optimal, setelah lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan. Namun, keduanya berhasil kembali ke bumi dengan selamat. Insiden tersebut merupakan kali pertama dalam dalam sejarah industri luar angkasa yang dibanggakan Rusia.

Pembatalan peluncuran berlangsung saat Administrator NASA Jim Bridenstine mengunjungi Rusia dan Baikonur pekan ini. Insiden tersebut jelas memalukan bagi Rusia yang belum lama ini bertekad mengirimkan kosmonot ke bulan dan Mars.

Roket Soyuz yang dirancang Soviet, merupakan satu-satunya jalur penghubung ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Insiden kerusakan diyakini mempengaruhi kinerja laboratorium yang sedang mengorbit. Seluruh peluncuran wahana luar angkasa dengan awak, telah ditangguhkan seiring dimulainya penyelidikan.

Dua penjelajah ruang angkasa berhasil lolos dari maut, tanpa luka. Dari foto resmi yang dipublikasikan, keduanya tampak memeluk istri masing-masing dan asyik menikmati santapan setelah melewati masa menegangkan.

Kalangan pengamat memandang industri luar angkasa di Rusia mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Terjadi beberapa peristiwa kecelakaan, termasuk hilangnya pesawat kargo luar angkasa dan sejumlah satelit.

Kegagalan peluncuran pun menuai kritik pedas dari media Rusia. Surat kabar Nezavisimaya Gazeta mengulas artikel berisi kritikan dengan judul "Industri Luar Angkasa Jatuh Dalam Beberapa Menit". Senada, harian bisnis Vedomosti mengangkat headline berbunyi, "Citra Industri Luar Angkasa Hancur".

Di lain sisi, media yang pro Kremlin, Izvestia, menyebut insiden tersebut membuktikan roket Soyuz dilengkapi sistem penyelamatan yang andal. (AFP/X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More