Tuding Prabowo tak Serius Nyapres, Gerindra: Andi Arief Sok Tahu

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 20:50 WIB Politik dan Hukum
Tuding Prabowo tak Serius Nyapres, Gerindra: Andi Arief Sok Tahu

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

CICITAN Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menuding Prabowo kurang serius bertarung dalam Pilpres 2019 lantaran tidak aktif berkampanye ke daerah.

Partai Gerindra menyebut tudingan tersebut ialah bentuk sikap sok tahu. Gerindra justru menyayangkan sikap Andi yang tidak seperti kader Partai Demokrat lainnya yang saat ini sudah turun ke masyarakat mengampanyekan Prabowo-Sandi.

"Kalau saya bilang Andi ini sok tahu. Pak Prabowo itu justru keliling terus, kemaren ke NTB, Jawa Tengah beberapa titik, Jawa Barat juga. Jadi beliau turun terus saat ini," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fery Juliantono di Jakarta, Jumat (12/10).

Fery justru balik bertanya apakah Andi turun ke masyarakat seperti kader Partai Demokrat lain untuk memenangkan Prabowo-Sando atau hanya sibuk di media sosial.

"Jangan sampai Andi yang tidak turun. Coba ikuti kader Demokrat yang lain yang saat ini aktif sekali bertemu masyarakat. Itu baru bagus," ungkap Fery.

Diketahui Andi melalui akun twitternya, Jumat (12/10) melontarkan kritik dengan menyebut Prabowo kurang serius bertarung pada Pilpres 2019 karena jarang turun ke daerah.

"Ini otokritik: kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," tulis Andi.

Dalam cicitan selanjutnya, Andi melanjutkan, "Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia aktif, enggak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan enggak mungkin partai pendukungnya super aktif."

Menurut Andi, masa kampanye sekitar enam bulan ke depan merupakan waktu yang terlalu pendek dalam politik. "Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini. Sekian kritik saya," cicit Andi.

"Mumpung partai-partai pendukung Pak Jokowi sibuk untuk lolos PT ketimbang urus Pak Jokowi, harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat, maka pintu istana akan terbuka," tambahnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More