Sejumlah Desa di Bengkalis Terendam Banjir

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 18:30 WIB Nusantara
Sejumlah Desa di Bengkalis Terendam Banjir

ANTARA

SEJUMLAH desa di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, terendam banjir. Banjir akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di daerah setempat.

"Akibat curah hujan yang tinggi yang melanda Desa Jangkang, Teluk Latak dan Wonosari Kecamatan Bengkalis menyebabkan rumah penduduk terendam air yang mencapai ketinggian sekitat 50 sentimeter," kata Sekretaris Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Jamaluddin, di Bengkalis, Jumat (12/10)

Jamaluddin bilang, pada setiap musim penghujan daerah-daerah tersebut merupakan langganan dampak banjir, dan tidak dapat tertampung oleh sungai sehingga meluap dan membanjiri desa-desa yang ada di sekitarnya.

"Tim kita sudah turun kelokasi dengan membawa peralatan, seperti perahu karet dan mobil serbaguna," kata Jamaluddin.

Jamaluddin merinci daerah yang terparah mengalami banjir terdapat di Desa Teluk Latak, Kecamatan Bantan. Sejumlah warga kata Jamaluddin sudah dievakuasi akibat rumahnya terendam banjir.

"Sejumlah rumah masyarakat yang terendam sudah di evakuasi dan mereka pindah sementara ke rumah saudara yang tidak terkena banjir," papar Jamal.

Untuk jumlah rumah yang terendam banjir saat ini, Jamaluddin belum bisa memastikan secara rinci dan masih menunggu data dari kepala desa setempat.

"Diperkirakan ratusan rumah yang ada didaerah tersebut terendam banjir dan sampai saat ini ketinggian air masih tinggi merendam rumah warga," katanya.

Jamaluddin juga mengimbau kepada masyarakat yang wilayahnya masih terendam banjir untuk segera pindah sementara waktu hingga air di lokasi sudah surut bisa kembali ke rumah masing-masing. (Medcom/OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More