11 Daerah di Sumbar Dihantam Banjir dan Longsor, 5 Orang Meninggal Dunia

Penulis: Yose Hendra Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 18:15 WIB Nusantara
11 Daerah di Sumbar Dihantam Banjir dan Longsor, 5 Orang Meninggal Dunia

ANTARA

SEBANYAK lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang berlangsung di sejumlah daerah di Sumatra Barat sejak kemarin, dan berlanjut Jumat (12/10). Di samping itu, empat warga Kabupaten Tanah Datar dinyatakan hilang terseret banjir, dan sampai sekarang masih dilakukan pencarian.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur, menyebutkan, dari lima orang yang meninggal dunia tersebut, tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Jorong Padang Toboh, Nagari Parik Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu malam.

Ketiga satu keluarga, dan meninggal akibat rumah yang ditempati dihantam longsor. Ketiganya ialah Nando, 9, Restu Afandi, 5, Raka Saputra, 5 bulan. Sementara ayah dan ibu, serta kakek korban selamat.

Wali Nagari Paritmalintang, Syamsuardi, mengatakan, semua korban saat itu berada di pondok sekitar pabrik atau tungku pembuatan batu bata. Saat kejadian itu, pemilik rumah bernama Wisnu, 42, ada di tempat pembakaran batu bata.

"Enam orang yang berada di pondok tersebut tertimbun material longsoran," ujarnya.

Lalu, jelas Rumainur, dua korban meninggal dunia lainnya akibat banjir bandang di Jorong Piubuah, Nagari Tanjung Bonai, dan longsor di Kalo-kalo, Jorong Mawar, Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kamis (11/10) malam.

Adapun nama korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Jorong Piubuah adalah Anis, 2,5. Sementara korban longsor di Kalo-kalo belum diketahui identitasnya.

"Korban itu ada di dua rumah warga, tiga orang tertimbun longsor. Dua di antaranya diduga meninggal dunia. Satu orang selamat," ujar Kapolres Tanah Datar, AKBP Bayu Aji.

Banjir bandang juga menerjang lima rumah dan satu unit huller, kemudian tanah longsor menimpa sepeda motor dua penumpang di jalan umum Kalo-Kalo, satu orang selamat dan satu orang tertimbun tanah dan sedang dievakuasi.

Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan, ada 11 daerah yang mengalami longsor dan banjir di Sumbar akibat hujan yang terjadi setiap hari.

"Berdasarkan update daerah yang tertimpa musibah longsor dan banjir di Sumbar sampai hari ini, ada 11 daerah," ungkapnya, Jumat.

Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Mentawai, Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Solok.

Di Pesisir Selatan, puluhan rumah masyarakat di Kampung Tabek Lanpanjang, Kenagarian Rawang Gunuang Malelo, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, terendam banjir.

Banjir terjadi karena hujan yang sangat deras dan bersamaan dengan air laut sedang naik pasang, sehingga air dengan ketinggian 40-70 sentimeter merendam rumah warga.

Di Kecamatan IV Jurai, tepatnya di Kampung Sianik, Nagari Sago, banjir lumpur dan sampah yang terbawa arusmerendam sawah milik warga. Sedangkan di Kampung Bukit Putus Nagari Painan utara, terjadi longsor yang menimbun sebagian badan jalan. Akibatnya, jalan Padang-Painan terhambat sekitar 50 menit dan saat ini sudah bisa dilewati.

Sementara di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, bedasarkan laporan Kodim 0305 Pasaman, telah terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah kecamatan yang ada di wilayah Kodim 0305Pasaman, baik di wilayah Kabupaten Pasaman maupun di wilayah Kabupaten Pasaman Barat akibat tingginya curah hujan yang turun di kedua wilayah Kabupaten sejak pukul 15.00 WIB.

Adapun wilayah yang sudah terpantau mengalami banjir dan tanah longsor yakni Jorong Jambak Nagari Ganggo Ilia, Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman sekira Pukul 20.00 WIB. Banjir menyebabkan terendamnya permukiman penduduk dengan ketinggian air 50 sentimeter sampai 1,5 meter.

Banjir ini akibat meluapnya sungai Batang Manggani yang juga menyebabkan putusnya satu unit jembatan (rajang) yang melintasi sungai tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, banjir dan longsor berpotensi terjadi karena hujan deras terus mendera Sumatra Barat hingga dua hari ke depan.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat pada sore malam hari di wilayah Pasaman Barat,
 Padang Panjang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan," imbau BMKG Minangkabau. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More