Menteri Enggartiasto : Perdagangan Harus Take And Give

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 18:55 WIB Ekonomi
Menteri Enggartiasto : Perdagangan Harus Take And Give

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal/

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan pidato singkat sembari membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Jumat (12/10).

Pidato Jokowi yang mengumpamakan kondisi ekonomi global serupa cerita di serial televisi Game of Thrones itu diganjar tepuk tangan meriah dari hadirin yang adalah pimpinan negara, menteri keuangan, serta gubernur bank sentral.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang ikut menyimak di dalam ruangan menceritakan bagaimana antusiasnya pimpinan dan perwakilan dari negara lain mendengarkan pidato Jokowi. Setelah selesai berpidato, para hadirin memberikan tepuk tangan sembari berdiri atau standing ovation.

"Itu kami lihat waktu ovation itu Lagarde (Direktur Pelaksana IMF) yang pertama kali berdiri sehingga semua orang berdiri, lalu semua orang berdiri untuk menyampaikan standing ovation-nya. Saya perhatikan dari belakang," kata Enggartiasto, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Mendag menilai isi pidato Presiden sangat mengena, meski disampaikan secara sederhana. Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan ada bahaya bersama yang mengancam keberlangsungan semua negara di dunia, baik negara maju atau kaya maupun negara berkembang hingga yang miskin.

Sementara itu, di antara sesama negara maju atau yang ekonominya kuat saat ini saling bertarung untuk menjadi yang terbesar. Kondisi ini sama dengan yang ada di Game of Thrones. Para great houses bertarung untuk mengambil alih the Iron Throne di saat ada ancaman dari evil winter yang akan menghancurkan mereka semua.

Pertarungan sesama negara maju yang dimaksud Jokowi mengacu pada perang dagang di antara sesama negara dengan ekonomi kuat di dunia. Dalam pesannya, Jokowi juga mengajak ratusan negara anggota IMF dan Bank Dunia untuk terus bekerja sama dan berkoordinasi mencegah terjadinya potensi kehancuran ekonomi dunia.

"Saya percaya, apa yang beliau inginkan, dan diberikan dengan ilustrasi itu untuk memberikan gambaran. Itu sangat detail," tutur Enggartiasto.

Dalam menanggapi pesan Jokowi, Enggartiasto memastikan melalui Kementerian Perdagangan, pihaknya akan menyebarluaskan pesan ini. Secara spesifik, Kemendag akan mendorong ide atau pemikiran bahwa manfaat kerja bersama lebih banyak ketimbang saling berkompetisi yang efeknya akan buruk bagi banyak negara, termasuk terhadap negara maju maupun yang berkembang.

"Perdagangan itu bukan the winner takes all, tapi win-win. Kita harus take and give. Kita tunjukkan, hasil akhirnya dikasih tahu seperti apa," tandas Mendag. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More