Kepala Pusat Penarangan Kejaksaan Agung Jabat Kajati Sulawesi Tengah

Penulis: Golda Eksa Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 18:40 WIB Politik dan Hukum
Kepala Pusat Penarangan Kejaksaan Agung Jabat Kajati Sulawesi Tengah

kORESPONDEN/exzha mi

JAKSA Agung HM Prasetyo melantik 15 pejabat eselon dua di lingkup Korps Adhyaksa, termasuk Mohammad Rum yang mendapat promosi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah. Jabatan Kepala Pusat Penerangan Hukum yang ditinggalkan Rum selanjutnya diserahkan kepada Mukri.

Upacara pengambilan sumpah jabatan, pelantikan, dan serah terima jabatan, itu digelar di Sasana Baharuddin Lopa, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/10).

Selain Rum, Prasetyo juga menyerahkan tongkat komando kepada 6 kepala kejaksaan tinggi lainnya, seperti Kajati Sumatra Utara Fachruddin, Kajati Sulawesi Tenggara Mudim Aristo, Kajati Banten Happy Hadiastuty, Kajati Aceh Irdam, Kajati Kalimantan Barat Baginda Polin Lumban Gaol, dan Kajati Bengkulu Amandra Syah Arwan.

Berikutnya, Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Syafrudin, Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Bambang Sugeng Rukmono, Direktur Tindak Pidana Lainnya Terhadap Orang dan Harta Benda pada JAM Pidum Sampe Tuah, dan Kepala Biro Perlengkapan pada JAM BIN Didik Istiyana.

Prasetyo juga melantik Direktur Ekonomi dan Keuangan pada JAM Intelijen Chaerul Amir, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan pada JAM BIN Amran, dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kepemimpinan pada Badan Diklat Sulijati. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More