Pemadaman Bergilir Bikin Pengusaha Rumahan Tunda Produksi

Penulis: Gana Buana Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 18:30 WIB Megapolitan
Pemadaman Bergilir Bikin Pengusaha Rumahan Tunda Produksi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

PEMADAMAN listrik bergilir yang terjadi di wilayah Bekasi membuat sejumlah pengusaha makanan dan minuman khawatir. Pasalnya, mereka harus menunda produksi lantaran sejumlah alat produksi tidak bisa beroperasi.

“Alat-alat produksi kan butuh pasokan listrik saat mengolah ikannya, vacum saat packing,” ungkap Afif Ridwan, pengusaha bandeng rorod khas Bekasi pada Media Indonesia, Jumat (12/10).

Afif mengatakan terpaksa sering menunda proses produksi lantaran masalah pemadaman listrik bergilir tersebut. Apalagi, terkadang pemadaman bergilir terjadi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Tidak hanya itu, kata Afif, proses penyimpanan bandeng rorod siap sajipun membutuhkan tempat pendingin yang stabil. Pasalnya, makanan beku tersebut akan rusak apabila tidak berada di lemari pendingin.

“Kalau produksi tertunda juga 30 kilogram ikan bandeng yang biasa diproduksi tiap hari bisa rusak, kalau yang sudah siap produksi ikut rusak akhirnya kita bisa rugi,” kata dia.

Untuk itu, Afif mengaku amat menyesalkan pemadaman listrik yang terjadi sejak Kamis (11/10). Lingkungannya terdampak mulai pukul 17.00 WIB hingga 20.00 WIB. Parahnya, pemadaman tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Sudah dua kali, pertama ada pemberitahuan akan ada pemadaman mulai pulu 05.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB, eh tapi nyatanya baru nyala pukul 11.00 WIB, itu saya sampai enggak produksi,” tandas dia.

Pemadaman listrik secara bergilir masih berlangsung di wilayah Bekasi. Sayangnya banyak warga setempat yang merasa tidak mendapatkan informasi sebelumnya dengan benar.

Asisten Manajer Jaringan PLN Area Bekasi Yudho Rahadianto mengatakan pemadaman dampak dari kondisi sistem Jawa Bali mengalami kendala di sisi pembangkitan di Pembangkit Paiton sebesar 650 Mw dan Cilacap sebesar 610 Mw.

Hal ini berdampak kepada pengendalian beban secara bertahap, khususnya di wilayah Bekasi sebesar kurang lebih 45 megawatt. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More