UGM Batalkan Seminar Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 17:44 WIB Nusantara
UGM Batalkan Seminar Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan

(Foto: Dok. ugm.ac.id)

PIHAK Fakultas dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) membatalkan pelaksanaan seminar yang menghadirkan mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan.

Hal itu berdasarkan surat pernyataan yang diterima Media Indonesia, Jumat (12/10), Dekan Fakultas Peternakan Ali Agus dan Ketua BEM Fakultas Peternakan UGM Angger M Ghozwan Hanif.

Dalam surat itu menyatakan acara seminar itu bukan acara yang diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan Fakultas Peternakan UGM dan tidak berada di bawah koordinasi Fakultas Peternakan UGM. Mereka juga membantah telah  memublikasikan flyer, undangan, atau apapun yang terkait dengan acara itu.

Karena itu, Dekan dan Ketua BEM fakultas membatalkan izin penggunaan ruang auditorium Fakultas Peternakan UGM. Dalam pernyataan tersebut juga disertai permohonan maaf yang ditujukan kepada panitia penyelenggara dan pihak terkait lainnhya atas ketidaknyamanan tersebut.

Beragam flyer yang beredar, BEM Fakultas Peternakan UGM menggelar seminar kebangsaan bertema Kepemimpinan Era Milenial. Seminar itu sedianya diselenggarakan di Auditorium Fakultas Peternakan, pada Jumat (12/10) mulai pukul 14.00 WIB.

Salah seorang panitia, Jibril Abdul Aziz mengaku telah mengantongi izin penggunaan auditorium pada Kamis (11/10) dan dicabut pada Jumat (12/10).

Ia mengaku ditemui seorang dosen pada sekitar pukul 11.00 WIB yang meminta acara tersebut dibatalkan. "Alasannya jika dilakukan bisa jadi akan chaos dan bisa kena drop out (DO)," kata dia.

Pihak panitia, tambah dia, berupaya menghubungi sejumlah tempat untuk tetap melaksanakan seminar. Mulai dari University Club (UC) yang kerap dipakai untuk tempat pertemuan. "Ternyata UC tidak bisa karena ada pengguna lain," katanya.

Lalu, sambungnya, panitia mencoba ke masjid di kampus namun juga tidak bisa karena penuh. "Karena kami tidak punya uang untuk sewa tempat," katanya.

Akhirnya, katanya, kegiatan itu diselenggarakan di sebuah rumah makan di Jalan Magelang, Sleman. "Ya pesertanya sedikit karena banyak yang merasa jauh," katanya.

Dia membantah kegiatan itu untuk kampanye. Bahkan, menurut Jibril, sekitar dua minggu sebelum acara, panitia sudah meminta kepada Sudirman Said dan Ferry Mursidan Baldan untuk tidak membawa atribut kampanye dan partai politik.

"Kami menegaskan, mahasiswa tidak menoleransi atribut kampanye dalam kegiatan itu," katanya. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More