Suku Bunga AS bakal Naik Lagi, Reksa Dana Saham Jadi Pilihan Tepat

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 17:45 WIB Ekonomi
Suku Bunga AS bakal Naik Lagi, Reksa Dana Saham Jadi Pilihan Tepat

FOTO ANTARA/Andika Wahyu/

PERTUMBUHAN Ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif memungkinkan Bank Sentral AS (The Fed) kembali menaikkan suku bunga di pengujung tahun ini.

Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth mengatakan, dalam situasi seperti itu instrumen investasi yang paling tepat untuk dipilih investor ialah reksa dana saham.

Ivan menyebut reksa dana saham merupakan pilihan tepat untuk nasabah yang memiliki rencana investasi jangka panjang dan memiliki profil risiko yang tinggi. Namun, jika investasi hanya akan dilakukan dalam jangka pendek, investasi reksa dana pasar uang tepat untuk dilakukan.

"Kenaikan suku bunga yang disertai pertumbuhan ekonomi memberikan sentimen positif untuk pasar saham sehingga untuk nasabah dengan profil risiko tinggi masih mempertahankan porsi saham di 70%,” kata Ivan melalui keterangan tertulis, Jumat (12/10).

Bulan lalu, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke rentang 2,00%-2,25%. Hal tersebut direspons oleh Bank Indonesia dengan kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 5,75% sesuai dengan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk investasi dua bulan ke depan ialah hasil laporan keuangan emiten kuartal III-2018 yang jadwalnya dimulai 12 Oktober 2018," lanjut Ivan. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More