Desember, BUMD tidak Sehat di Sumsel Dilikuidasi

Penulis: Dwi Apriani Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 17:24 WIB Nusantara
Desember, BUMD tidak Sehat di Sumsel Dilikuidasi

Dwi Apriani

WAKIL Gubernur Sumatra Selatan Mawardi Yahya memastikan tidak akan ragu melikuidasi badan usaha milik daerah (BUMD) yang dalam kondisi tidak kunjung sehat.

Saat rapat gabungan BUMD di Palembang, Jumat (12/10), Mawardi menegaskan BUMD yang tidak menunjukkan perbaikan atau harapan, pihaknya tidak akan segan melakukan likuidasi.

"Untuk itu di sini kita duduk bersama termasuk dari Biro Hukum dan Inspektorat. Kami akan evaluasi dan kami tahu persis dari mana mulai selaku pemegang saham. Sekarang semuanya kita minta terbuka, jangan ragu dan jangan ada beban," kata Mawardi.

Melalui paparan masing-masing BUMD ini diharapkan sebelum akhir Desember, pihaknya sudah mendapatkan angka pasti berapa BUMD yang dilikuidasi dan yang masih akan terus dibina.

"Bukan kami tidak percaya pada pengelolaan BUMD, tapi karena ini merupakan tugas negara maka kami akan minta banyuan BPKP untuk mengaudit seluruh BUMD tentunya berkoordinasi juga dengan BPKAD," terangnya.

Pemprov Sumsel akan menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk pendampingan penyusunan laporan keuangan BUMD. Selanjutnya, belasan BUMD akan dimonitor dan dipisahkan menjadi beberapa kategori dan tingkatan. Seperti perusahaan yag sehat, kemudian BUMD yang tidak menghasilkan tapi tidak disubsidi lagi, dan yang masih disubsidi penuh. (A-1)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More