Gubernur Sumsel Investigasi Kondisi 13 BUMD

Penulis: Dwi Apriani Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 17:22 WIB Nusantara
Gubernur Sumsel Investigasi Kondisi 13 BUMD

Dwi Apriani

GUBERNUR Sumatra Selatan Herman Deru mengaku tengah menginvestigasi kondisi 13 badan usaha milik daerah (BUMD) di Sumsel.

Dia mengungkapkan itu saat memimpin rapat gabungan BUMD di Palembang, Jumat (12/10).

Untuk itulah, lanjut Herman, para direksi BUMD atau PD diajak terbuka mengenai kondisi baik mengenai aset dan lainnya. Mereka diminta memberikan paparan sedetil mungkin secara apa danya tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Pada tahapan ini kami masih menginvestigasi dan inventarisasi, baru kemudian konsolidasi dan solusi. Saya ingin semua ini selesai dan ada solusi paling lambat akhir Desember," tambah Herman.

Ia mengatakan, kebijakan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan tapi untuk mencari jalan terbaik untuk menentukan sikap, karena hal ini terkait dengan aset pemerintah daerah.

Herman dan Wagub Sumsel Mawardi Yahya juga telah melakukan beberapa kali pertemuan yang khusus membahas BUMD sejak dilantik pada 1 Oktober. Hal ini untuk memperjelas kontribusi apa saja yang sudah diberikan oleh perusahaan-perusahaan daerah tersebut.

"Harapan kami berdua dibangun atau didirikannya perusahaan daerah, tugas utama mereka ya harus memberikan kontribusi pada pemprov sebagai pendapatan asli daerah (PAD) atau pendapatan lain yang sah," tegasnya.

Dia juga mengaku akan menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk pendampingan penyusunan laporan keuangan BUMD.

Selanjutnya, , jelas dia, belasan BUMD itu akan dimonitor dan dipisahkan menjadi beberapa kategori dan tingkatan. Seperti perusahaan yag sehat, kemudian BUMD yang tidak menghasilkan tapi tidak disubsidi lagi, dan yang masih disubsidi penuh.

"Makanya kami perlu mengambil langkah segera. Perusahaan yang sehat akan kita dorong terus supaya lebih sehat. Yang sedang-sedang kita bina, yang tidak bisa dibuat sehat kita likuidasi. Untuk apa banyak-banyak tapi membebani daerah, " tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) I Gede Surya Negara memaparkan progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api.

"Saat ini kami masih terus berupaya merealisasikan Pelabuhan Tanjung Carat yang merupakan pelabuhan laut dalam untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-Api," ucapnya.

Seperti diketahui saat ini luas KEK TAA yang ada sebesar 2.030 hektare. Sementara agar kawasan ini bisa terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Carat dibutuhkan lagi perluasan lahan sesuai usulan sebesar 2.202 hektare.

Selain pelabuhan, kawasan itu nantinya akan dimaksimalkan untuk daerah industri yang meliputi refinery kilang minyak, petrokimia, serta industri pengolahan kelapa sawit. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More