Setelah Bandung Barat, Kini Bekasi Matangkan Sistem Jabar Quick Response

Penulis: Gana Buana Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 17:25 WIB Nusantara
Setelah Bandung Barat, Kini Bekasi Matangkan Sistem Jabar Quick Response

. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

PEMERINTAH Kota Bekasi berencana mematangkan sistem Jabar Quick Response (Cepat Tanggap) sebelum mulai menerapkan. Program tersebut merupakan inisiasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diperkenalkan melalui akun instagramnya @ridwankamil sejak pertengahan September lalu.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan Pemkot Bekasi masih dalam proses perbaikan sistem quick response. Ia ingin, ketika sistem tersebut mulai diaplikasikan, semua aturan mainnya sudah terorganisasi dengan baik.

"Buat apa kita buru-buru kemudian tidak terorganisasi. Kita harus matangkan mulai dari proses pengaduan sampai nanti aksinya seperti apa," ujar Tri, Jumat (12/10.

Sejauh ini, kata Tri, masih ada perbaikan dalam sistemnya, termasuk konten di dalam aplikasi quick response itu disempurnakan. Kedua, pola pelaporannya masih harus siapkan, karena sampai saat ini masih manual, seperti yang ada di Unit Reaksi Cepat (URC).

Terakhir bagaimana nanti pihaknya akan mematenkan bentuk aksi responsnya seperti apa sehingga tindak lanjut atas aduan masyarakat bisa dijalankan.

"Kemarin kita sudah MoU dengan Telkomsel, mereka juga akan membantu dalam memperbaiki sistem hingga kontennya," kata dia.

Tri mengungkapkan, ia tidak menginginkan setiap program, termasuk sistem quick response yang nantinya diluncurkan Pemkot Bekasi sebagai ajang pencitraan. Ia berharap, segala sesuatunya matang, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara nyata.

“Kita tidak ingin semua hanya jadi pencitraan, kita punya ini, punya itu, tapi implementasinya enggak ada. Sekalinya ada keluhan 1.000 tapi tindak lanjutnya hanya dua, buat apa? Kita ingin kalau ada 1.000 aduan, minimal 900 kita selesaikan,” paparnya.

Jabar Quick Response merupakan sebuah program yang dihadirkan untuk merespons dengan cepat dan tanggap setiap masalah darurat kemanusiaan masyarakat Jawa Barat, seperti masalah kelaparan, putus sekolah, biaya pengobatan dan sebagainya.

Keberadaan Jabar Quick Response memancing antusiasme masyarakat Jawa Barat. Berdasarkan data yang diposting di akun instagram @jabarquickresponse, setiap harinya ada 1.200 aduan masuk melalui pesan whatsapp, 970 melalui instagram, 216 melalui twitter dan 230 melalui hotline.

Belakangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah memulai menduplikasi program serupa, dengan nama KBB Quick Response. Ridwan Kamil pun mengapresiasi langkah tersebut.

“Kereta perubahan sudah bergerak berombongan. Terima kasih Kabupaten Bandung Barat yang sudah mengikuti arahan membuat KBB Quick Response untuk layanan emergensi kemanusiaan warga KBB. Kota dan Kabupaten lain sedang proses,” tulis Ridwan Kamil di akun instagramnya, Selasa (9/10). (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More