Dalami Kasus Ratna, Polisi Panggil Nanik S Deyang

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 17:05 WIB Megapolitan
Dalami Kasus Ratna, Polisi Panggil Nanik S Deyang

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan telah melayangkan surat panggilan terhadap Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang untuk menjadi saksi dalam pengembangan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

"Untuk agenda Senin (15/10), dari penyidik hari ini telah melayangkan surat panggilan kepada Ibu Nanik," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/10).

Menurut Arga, alasan pemanggilan Nanik S Deyang ialah karena dia menjadi pihak yang menyampaikan perihal penganiayaan terhadap tersangka Ratna Sarumpaet kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto

"Jadi Bu Nanik ini perannya sebagai orang yang memberitahukan bahwa RS dianiaya, memberitahukan pada Pak Prabowo, ini kita akan gali keterangannya seperti apa," pungkasnya.

Dalam surat itu disebutkan agenda pemeriksaan Nanik S Deyang sebagai saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet sekitar pukul 13.00 WIB, Senin 15 Oktober 2018.

Sebelumnya, tim penyidik telah memeriksa Presiden KSPI Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, pihak RS Bina Estetika dan Plt Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro sebagai saksi-saksi. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More