Benarkah Cokelat Dapat Membantu Konsentrasi Anda?

Penulis: Anggi Tondi Martaon Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 16:50 WIB Humaniora
Benarkah Cokelat Dapat Membantu Konsentrasi Anda?

Ilustrasi

STUDI di Australia mengungkapkan, orang yang makan berbagai jenis cokelat sekali dalam seminggu bisa mengerjakan berbagai tugas kognitif dengan baik, dibanding mereka yang jarang makan makanan manis.

Ini karena cokelat mengandung sejenis antioksidan bernama flavonoid, yang baik untuk meningkatkan konsentrasi, memori, hingga membantu Anda untuk memecahkan masalah dengan baik.  

Flavonoid juga terkandung dalam wine, beberapa buah, dan sayuran.

Adalah University of Maine dan University of South Australia (UniSA) yang memimpin studi tersebut. Para peneliti menganalisis 1000 orang berusia 30 tahun, yang terdiri dari berbagai indikator kesehatan.

Para peneliti melihat apakah makan cokelat secara teratur memiliki korelasi dengan peningkatan fungsi otak.

Penulis penelitian, Dr Georgie Crichton dari UniSA mengatakan, konsumsi cokelat selama ini banyak dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular, yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Namun, efek cokelat pada neurocognition dan perilaku masih kurang dikenal.

Meski ini adalah kabar baik, Dr Crichton tetap menyarankan untuk membarengi konsumsi cokelat dengan makanan sehat.

"Tentu saja asupan cokelat harus dibarengi pola makan sehat secara keseluruhan, dengan perbandingan asupan energi total dan kebutuhan energi individu," kata dia sebagaimana dilansir News.

Ini bukan penelitian pertama untuk membuktikan manfaat cokelat. Tahun lalu, penelitian di Inggris dan Denmark juga menemukan fakta bahwa mengonsumsi 100 gram cokelat per hari bisa mengurangi penyakit jantung koroner.

Masih berdasarkan penelitian, orang yang sering makan cokelat, baik cokelat susu maupun cokelat hitam, mengalami penurunan risiko penyakit jantung dan stroke daripada mereka yang tidak makan sama sekali.
(Medcom/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More