Sutopo: Banyak Relawan Asing tak Berkoordinasi

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 13:25 WIB Humaniora
Sutopo: Banyak Relawan Asing tak Berkoordinasi

ANTARA

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan banyaknya relawan asing yang tak diperkenankan membantu di Sulawesi Tengah bukan tanpa alasan. Mereka datang tiba-tiba tanpa berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.

"Ada yang perorangan, ada yang dari organisasi asing. Mereka menggunakan visa turis dan tanpa keahlian yang diperlukan sesuai yang ditetapkan pemerintah Indonesia," tegas Kepala Pusat data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir Antara, Jumat (12/10).

Pemerintah, terang Sutopo, hanya memerlukan transportasi udara, alat pengolahan air, generator set (genset), dan tenda. Namun, banyak relawan asing berniat bergabung ke tim pencarian.

Sayangnya, beberapa relawan tak bisa menunjukkan keahlian mereka. Pemerintah tak bisa begitu saja membiarkan.

"Apalagi evakuasi, pencarian, dan pertolongan akan dihentikan secara resmi pada sore ini," ucap Sutopo.

Rumor pemerintah mengusir relawan sama sekali tak benar. Sutopo mengatakan pemerintah hanya meminta mereka memenuhi persyaratan dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Relawan harus melapor ke Kementerian Luar Negeri. Mereka yang memenuhi ketentuan dipastikan bisa membantu pemulihan Sulteng. Aturan serupa juga diterapkan di negara lain yang ditimpa bencana.

"Pemerintah Indonesia berterima kasih atas bantuan asing yang dapat membantu masyarakat terdampak bencana. Namun, ikuti ketentuan yang ada," tegas Sutopo. (Medcom/OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More