Politisi PSI Diperiksa Bareskrim untuk Kasus dengan Terlapor Fadli Zon

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 11:41 WIB Politik dan Hukum
Politisi PSI Diperiksa Bareskrim untuk Kasus dengan Terlapor Fadli Zon

MI/Adam Dwi

JURU Bicara Bidang Hukum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest tiba di Bareskrim Polri (12/10) pukul 09.40 wib. Rian menjelaskan alasan kedatangannya ke Bareskrim kepada awak media.

"Saya diundang oleh teman penyelidik di Siber Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa. Tindak lanjut dari pelaporan saya kepada bung Fadli Zon (Wakil Ketua DPR RI)," ungkap Ernest di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10).

Kemudian Ernest mengatakan kalau diminta oleh penyidik Bareskrim untuk membawa bukti laporanya.

"Saya juga diminta bawa bukti-bukti yang kemarin (yang pernah dilaporkan) sebagai dasar pelaporan saya bawa juga. Jadi hari ini sebagai tindak lanjut saja dari pelaporan kemarin," ujar Ernest di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta, Jumat (12/11)

Sebelumnya Ernest sudah melaporkan ke Bareskrim pada 25 September lalu. Terkait cuitan Fadli Zon di akun twitternya pada 21 September lalu. Ernest mengatakan pemeriksaan yang dilakukanya hari ini sebagai tindak lanjut atas laporanya kemarin.

Kemudian Ernest mengungkapkan untuk pemeriksaanya di Bareskrim akan mengulang kembali statement yang ia sempat lontarkan waktu pertama kali melapor.

"Mungkin mengulang kembali apa yang sudah saya laporkan (dalam pemeriksaan). Misalnya cuitan bung Fadli Zon yang tanggal 21/9 memposting. Lalu kenapa saya melaporkan," jelas Ernest

Kemudian ia menjelaskan alasanya mengapa melapor cuitan Fadli Zon soal lagu 'Potong Bebek Angsa PKI' ke Bareskrim.

"Kalau saya melaporkan jelas karena saya ingin bung Fadli Zon sebagai elit politik berhenti menyebarkan kabar atau berita yang bisa menyebabkan keonaran di masyarakat," kata Ernest

Menurut Ernest lirik lagu dalam 'Potong Bebek Angsa PKI tu berpotensi mengacak-acak masyarakat semua.

"Ada lirik (dalam lagu tersebut) yang mengatakan 'Fitnah FPI, fitnah HTI, ternyata merekalah yang PKI'. Unsur 'merekalah yang PKI' ini kan enggak jelas. Dan orang bisa menafsirkan segala macam," tegas Ernest.

Menurutnya tafsiran pada lirik tersebut bisa ke tindakan hukum. "Kalau saya menafsirkannya jelas ini tindakan hukum. Lalu kalau narasi di balik ini adalah alat-alat PKI, wah ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan terhadap alat pemerintah. Ini bahaya betul,"tutur Ernest

Kalau misalnya yang melakukan posting ini hanya orang biasa menurut Ernest dianggap tidak masalah. "Tapi kalau yang melakukan elit politik tentu ada maksud dan tujuan, tidak mungkin hanya atas dasar kreativitas dan iseng beliau posting ini. Itu enggak mungkin lah. Makanya karena saya ingin praktik penyebaran kabar enggak benar dan berita menyesatkan ini, karena saya ingin setop, ya saya lapor kemarin," tandas Ernest. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More