Lagarde, Canang Sari dan Persembahan untuk Bumi

Penulis: Fathia Nurul Haq Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 11:20 WIB Ekonomi
Lagarde, Canang Sari dan Persembahan untuk Bumi

ANTARA

ADA satu kebiasaan masyarakat Bali yang rupanya tak luput dari perhatian Direktur Pelaksana, Dana Moneter Internasional Christine Lagarde, yakni menaruh canang sari sebagai persembahan untuk bumi. 

Bagi Lagarde, tradisi itu terasa indah lantaran diperuntukkan bagi harmoni.

"Ada satu tradisi yang indah di Bali, yaitu canang sari, di mana masyarakat mempersembahkan sesuatu yang berharga kepada para dewa untuk bersyukur dan berdoa untuk mendapatkan lebih banyak berkah," ucap Lagarde pada pidato pembukaannya dalam acara tahunan IMF -Worldbank 2019 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Canang sari merupakan persembahan berupa bunga berbagai macam warna dan jenis yang diatur berdasarkan arah mata angin dan letak dewa-dewa kepercayaan masyarakat Hindu Bali. Jumputan bunga itu dihaturkan bersama dengan dupa dan percikan air juga persembahan bagi semesta di berbagai penjuru lingkungan.

Sebagaimana masyarakat Bali yang percaya bahwa canang sari adalah medium untuk berkomunikasi, berterimakasih, meminta maaf maupun mengharap berkah. Lagarde pun percaya bahwa hal serupa juga yang tengah dilakukan para delegasi dan tamu undangan pertemuan tahunan ini.

"Menurut saya kita sedang melakukan suatu hal yang serupa di sini. Kita telah datang ke Bali dari seluruh penjuru dunia untuk “memberikan persembahan” upaya kita bersama—189 negara-negara anggota lembaga-lembaga Bretton Woods. Dan waktunya sangat tepat untuk itu, lanjut Lagarde.

Persembahan itu dibutuhkan agar negara-negara dapat harmonis mengatur langkah untuk menghadapi tantangan global yang tampak semakin terjal. Bagi Lagarde yang terpenting adalah memastikan generasi penerus dapat menjalani kehidupannya sebaik mungkin ditengah derasnya persaingan.

Lagarde menutup pidatonya dengan mengutip pepatah Bhagavad-Gita.

"Namun saya ingin menyimpulkan dengan sebagian pepatah kuno yang ditemukan di Bhagavad-Gita. Pepatah ini berbunyi: 'Untuk semua tindakan, pertimbangkan manfaat bersama.'Jika kita melakukannya, jika kita berkomitmen untuk melakukan kebaikan bersama ini, berkah dari upaya kita bersama?dari “persembahan kita” —akan kembali untuk memberi manfaat tidak hanya oleh generasi kita, namun generasi-generasi mendatang," tutupnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More