YLKI: Taksi Daring Lebih Aman Hanya Mitos

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 13:30 WIB Megapolitan
YLKI: Taksi Daring Lebih Aman Hanya Mitos

Ilustrasi

KETUA Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, fenomena viral penumpang yang mengaku dilecehkan pengemudi taksi daring menunjukkan anggapan transportasi ini lebih aman daripada taksi konvensional hanya mitos.

"Fenomena tersebut meruntuhkan anggapan sebagian masyarakat bahwa taksi daring lebih aman dan nyaman daripada taksi dengan argometer," kata Tulus dihubungi di Jakarta, Jumat (12/10).

Dia mengemukakan, pelecehan yang mungkin dilakukan pengemudi taksi daring merupakan salah satu dampak buruk dari ketiadaan penanda khusus bagi transportasi beraplikasi.

Seharusnya ada penanda khusus pada badan kendaraan yang menunjukkan identitas sebagai taksi daring. Hal itu sebagai salah satu bentuk perlindungan bagi konsumen.

"Kementerian Perhubungan sudah membuat aturan yang mewajibkan penanda khusus itu, tetapi operator transportasi daring menolak. Mahkamah Agung(MA) juga telah memutuskan membatalkan peraturan tersebut," katanya.

Tulus menilai, putusan MA tersebut merupakan suatu kemunduran dan antiperlindungan konsumen.

Penanda khusus pada taksi daring merupakan bentuk perlindungan terhadap konsumen maupun pengemudi.

Menanggapi fenomena penumpang yang mengaku dilecehkan pengemudi taksi daring, dia mengimbau konsumen agar waspada dan berhati-hati saat menggunakan jenis transportasi tersebut.

"Terutama penumpang perempuan, apalagi bila sendirian dan di malam hari," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More