Koperasi Bantu Pengembangan Produksi Garam Rakyat

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 13:00 WIB Ekonomi
Koperasi Bantu Pengembangan Produksi Garam Rakyat

MI/Nurul Hidayah

HAMPIR di semua sentra produksi garam di Indonesia saat ini telah berdiri koperasi yang beranggotakan petani garam.

Hal itu tentu sangat baik karena badan usaha berbasis kerakyatan itu dinilai akan mampu berperan sebagai penyangga hasil produk garam rakyat. 

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik, mengungkapkan koperasi merupakan wadah usaha bersama yang dibangun oleh kesamaan kepentingan usaha, dan sosial budaya.

Dengan demikian, proses produksi dan seluruh kepentingan dari usaha yang dilakukan masyarakat sekitar sebagai petani garam dapat terakomodasi dengan hadirnya koperasi.

"Petani garam membuat garam, hasilnya ditampung oleh koperasi dengan standar harga ekonomi yang laik. Kemudian koperasi membuat produksi garam olahan, baik untuk konsumsi maupun industri,” ujar Damanik melalui keterangan resmi, Jumat (12/10).

Kendati demikian, Damanik mengungkapkan, saat ini, kondisi koperasi petani garam masih terkendala minimnya permodalan dan peralatan. 

Maka dari itu, untuk membantu koperasi dan para petani garam, sejak 2016, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), telah membangun 12 unit gudang garam nasional dengan kapasitas 2.000 ton, dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung untuk menampung dan menghasilkan garam berkualitas baik. Gudang garam nasional dioperasikan dengan menerapkan sistem resi gudang.

“Gudang garam nasional beserta peralatan tersebut dihibahkan kepada koperasi. Pemerintah juga memberikan bantuan plastik pelapis tanah untuk meningkatkan mutu garam," tuturnya.

KKP juga menggandeng PT Garam untuk terlibat dalam pembinaan membina petani garam anggota koperasi.

Untuk meningkatkan kualitas SDM, dan kelembagaan koperasi primer petani garam, pemerintah juga telah menginisiasi berdirinya Koperasi Sekunder Induk Garam Nasional (KSIGN) yang beranggotakan 1.630 orang dari 22 koperasi primer petani garam. 

Lahirnya KSIGN diharapkan dapat membuka jalan koperasi sebagai produsen utama garam nasional, baik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, maupun industri. 

Kebutuhan garam yang semakin meningkat, baik untuk konsumsi masyarakat, maupun industri merupakan peluang sekaligus tantangan bagi produsen garam dalam negeri, termasuk bagi koperasi petani garam.

"Dengan keberadaan koperasi sebagai wadah utama petani garam mendorong pemerintah memberikan dukungan penuh, sekaligus kesempatan bagi koperasi untuk menjadi salah satu pelaku utama dalam industri garam nasional," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More