Presiden Jokowi Pertemuan Bilateral dengan PM Vietnam

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 10:25 WIB Internasional
Presiden Jokowi Pertemuan Bilateral dengan PM Vietnam

ANTARA/Hanni Sofia
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018)

PRESIDEN Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc di sela pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali.

Setelah memberikan sambutan dalam Plenary Session Annual Meeting IMF-WB di Nusa Dua Hall, BNDCC, Bali, Jumat (12/10) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan PM Vietnam.

Pertemuan dilakukan di lokasi yang sama dengan ajang Plenary Session Annual Meeting IMF-WB 2018.

Sebelum pertemuan dilakukan keduanya mengikuti sesi foto bersama dan selanjutnya memberikan keterangan pers.

Dalam keterangan persnya, Presiden Jokowi mengatakan pertemuan bilateral itu persis dilakukan sebulan setelah ia dan PM Nguyen Xuan Phuc bertemu di Hanoi.

"Ini cerminkan tingginya intensitas hubungan bilateral yang didasarkan kemitraan strategis Indonesia-Vietnam," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada PM Vietnam terutama atas perhatian yang diberikan kepada investor Indonesia di Vietnam.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PM Vietnam atas perhatian yang diberikan kepada investor Indonesia di Vietnam," katanya.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu menghadiahkan sebuah buku foto yang berisi foto keduanya saat pertemuan yang digelar sebelumnya. 

PM Nguyen Xuan Phuc tampak senang menerima hadiah itu dan tersenyum senang.

Keduanya lalu bersalaman setelah bergantian memberikan keterangan pers. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More