Sistem Rujukan Berjenjang, Pengunjung RSUD Sleman Menurun

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 11:30 WIB Nusantara
Sistem Rujukan Berjenjang, Pengunjung RSUD Sleman Menurun

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

DAMPAK pemberlakukan sistem rujukan berjenjang oleh BPJS Kesehatan, RSUD Sleman mengalami penurunan jumlah pengunjung.

"Penurunan jumlah bukan hanya terjadi di RSUD Sleman saja, tetapi juga terjadi di seluruh rumah sakit kelas B di seluruh Indonesia. Memang dampak dari sistem rujukan berjenjang ini ada di pendapatan, sebab kunjungan semakin berkurang," kata Plt Dirut RSUD Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Jumat (12/10).

Ia mengatakan, lewat sistem rujukan berjenjang, pasien harus melalui berbagai tahapan. 

"Pertama dari fasilitas kesehatan tingkat 1 atau PPK 1 dimana itu adalah puskesmas dan dokter keluarga," katanya.

Dari PPK 1, ujarnya, pasien baru bisa dirujuk ke rumah sakit kelas D dan  jika rumah sakit kelas D tidak bisa menangani baru dirujuk ke kelas di atasnya dan begitu seterusnya. 

"Jadi prosesnya panjang," katanya.

Menurut dia, dari proses rujukan yang begitu panjang ini yang dikhawatirkan adalah keadaan pasien. Sebab dalam menangani pasien harus cepat agar meminimalisasi risiko.

Menurut Joko, pasien bukan robot yang dapat dibawa dan disetel kesana-kemari. Namun, jelasnya pasien berharap segera mendapat pelayanan yang terbaik untuk keluhannya.

Menghadapi menurunnya kunjungan dan turunnya pendapatan RSUD Sleman ini maka terpaksa melakukan efisiensi. 

"Caranya dengan menghemat listrik, mengurangi biaya makan petugas dan belanja obat," katanya.

Meski demikian, Joko memastikan penurunan pendapatan tersebut tidak akan mengurangi kualitas standar pelayanan pasien di RSUD Sleman. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More