Dinas Pariwisata Minta Perpres Pengelolaan Geopark Gunungsewu

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 11:15 WIB Nusantara
Dinas Pariwisata Minta Perpres Pengelolaan Geopark Gunungsewu

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Wisata di kawasan Geopark Gunungsewu

DINAS Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta berharap pemerintah pusat mengeluarkan Perpres (peraturan presiden) untuk mengatur pengelolaan Kawasan Geopark Gunungsewu. 

Karena kawasan geopark ini meliputi tiga provinsi yaitu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur  sekaligus.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Riyanto, mengatakan dengan adanya Perpres tersebut pengelolaan kawasan ini akan semakin serius dan terpadu sehingga akan menjadi kawasan wisata kelas dunia.

"Melalui Perpres, akan terbentuk semacam badan otorita khusus yang akan mengelola Geopark Gunungsewu yang wilayahnya membentang di tiga provinsi dan tiga kabupaten yakni Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kabupaten Gunungkidul, DIY), dan Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah," ujarnya, Kamis (11/10).

Ia kemudian menunjuk, pengelolaan kawasan wisata Mandalika dan kawasan wisata Danau Toba sebagai contoh. 

"Dengan penerbitan Perpres akan menjadikan Geopark Gunungsewu digarap secara total dengan perencanaan yang bisa dimasukkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional," imbuhnya.

Dikatakan memang sudah ada upaya pengelolaan Geopark Gunungsewu yang melibatkan tiga kabupaten di tiga provinsi tersebut. Namun upaya tersebut masih belum menghasilkan masterplan pengelolaan Kawasan Geopark Gunungsewu karena adanya keterbatasan masing-masing kabupaten.

Jika didukung dengan Perpres, ujar dia, pengembangan Geopark Gunungsewu sebagai kawasan konservasi, pendidikan, serta pariwisata alam  bisa lebih optimal terwujud secara terstruktur dan sistematis.

Gunungsewu telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia pada 13 Mei 2012. Wilayah itu memiliki luas 1.802 kilometer persegi meliputi tiga Geo-area yakni di Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan yang memiliki 33 situs warisan alam yakni 30 situs geologi dan situs nongeologi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More