Caleg NasDem NTB Wakili Indonesia ke Myanmar

Penulis: Putra Ananda Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 08:55 WIB Politik dan Hukum
Caleg NasDem NTB Wakili Indonesia ke Myanmar

Syamsuriansyah (kanan) -- Ist

NAMA Syamsuriansyah mendadak jadi perbincangan ketika ia dipercaya mewakili Indonesia pada kongres ASEAN Association of Schools of Medical Technology (AASMT) ke-4 di Myanmar.

Calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai NasDem untuk DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dapil VI yang juga Direktur Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram itu diutus Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (AIPTLMI), dan akan menyampaikan country report.

Padahal, ini bukan kali pertama Putra asli Bumi Gora itu dipercaya untuk menghadiri kegiatan di luar negeri. Pada HUT ASEAN di Filipina, pria yang akrab disapa Muma Dena itu diutus untuk mewakili Indonesia.

"Saya merasa bangga. Sebelumnya juga saya diberikan kepercayaan mewakili AIPTLMI dan Indonesia untuk menghadiri HUT ke-50 ASEAN di Filipina," ungkapnya lewat rilis yang dikirim ke partainasdem.id, Kamis (11/10).

Kegiatan yang akan berlangsung 8-10 November itu, Muma Dena akan melaporkan perkembangan perguruan tinggi laboratorium medik di Indonesia.

"Ini akan memberikan konstribusi positif bagi perguruan tinggi kesehatan di Indonesia, terutama pendidikan laboratorium medik," ungkap laki-laki yang kini mulai aktif berpolitik itu.

Lebih jauh Muma Dena menguraikan, point yang akan disampaikan pada kongres tersebut. Di antaranya melaporkan perkembangan terbaru dan mengukur kualitas tenaga pendidikan teknologi laboratorium medik, bagaimana peran tenaga pendidikan teknologi laboratorium medik Indonesia kaitannya dengan promosi kesehatan.

"Termasuk melaporkan mengenai rencana masa depan pendidikan teknologi laboratorium medik Indonesia, dan bantuan dalam bentuk apa yang dibutuhkan," paparnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More