Pos Indonesia Jelajahi Bisnis Kargo Digital

Penulis: Aya/E-3 Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 01:40 WIB Ekonomi
Pos Indonesia Jelajahi Bisnis Kargo Digital

ANTARA/Destyan Sujarwoko

PT Pos Indonesia mulai menjelajahi bisnis melalui digital memasuki era revolusi industri 4.0. Setelah sukses mengirim surat selama bertahun-tahun, kini Pos Indonesia merambah bisnis kirim barang menggunakan aplikasi. Layanan itu juga berlaku untuk barang dengan berat lebih dari 10 kilogram yang dikirim dengan meng­gu­nakan kargo.

“Selama ini PT Pos Indonesia dikenal dengan layanan surat. Surat, begitu ada Whats­app (WA), bergeser menurun, lalu dengan tumbuhnya e-commerce, kini jadi lebih ke paket (barang). Inilah wak­tunya bertransformasi,” kata Direktur Komersial PT Pos Indonesia Charles Sitorus di sela launching layanan pengiriman barang kargo, di Jakarta, Kamis (11/10).

Charles menjelaskan konsumen yang ingin mengirim barang ke seluruh Indonesia nantinya menghubungi 1500261. Petugas O-Ranger akan menanyakan nama, nomor telepon, jenis barang, berat barang, waktu penjemputan dan jenis pengiriman, yakni ekspres pengiriman satu hari dan pengi­riman khusus kargo untuk dua hari.

Ia mengatakan layanan itu berbeda dengan layanan pengiriman yang sudah ada di Indonesia. Dengan cakupan sebanyak 4.500 titik dan 10 ribuan agen, pengi­riman PT Pos Indonesia bisa menjelajah hingga pelosok perbatasan seperti Atambua atau Watimena.

Charles berharap digitalisasi bisa menggaet pelapak UMKM e-commerce. Namun, penjemputan barang baru bisa dipesan melalui te­lepon karena ap­likasi sedang difinalkan. “Dalam rangka transformasi, ini (layanan) tidak bisa se­­­­kaligus. Secara bertahap, ap­likasi bisa dilakukan pada November dan Desember 2018,” katanya.

PT Pos Indonesia dalam ino­­vasinya juga bermitra dengan perusahaan teknologi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS). Direktur Utama PT Kioson Komersial Indone­sia Tbk Bernard Martian mengatakan pihaknya memiliki 35 ribu titik di beberapa kota. Untuk tahap awal kerja sama dengan PT Pos Indonesia, Kioson akan menambah 600 titik.

Selain merilis layanan pengiriman kargo, PT Pos Indonesia pun menjalankan inovasi la­­yanan contact center oranger, magenpos, agen­pos B2B kurir, agenpos B2B jaskug, la­yanan kargo ritel udara di agenpos, dan top up e-money di kantor pos.

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More