Emas untuk Korban Bencana

Penulis: Rul/Beo/X-5 Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 03:30 WIB Olahraga
Emas untuk Korban Bencana

MI/ROMMY PUJIANTO

PEROLEHAN medali emas kontingen Indonesia dari kolam renang bertambah. Kemarin, Jendi Pangabean mempersembahkan emas di nomor 100 meter gaya punggung putra kelas S9 (tunadaksa) dalam final yang berlangsung di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Jendi mencapai finis tercepat dengan waktu 1 menit 07,45 detik. Ia mengungguli pesaingnya asal Tiongkok, Luo Qingquan, yang meraih perak (1:08,59 detik) dan perenang Korea Selatan, Kwon Yonghwa, yang meraih perunggu (1:11,12).

Jendi mengatakan medali emas itu ia persembahkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah yang sedang ditimpa bencana. "Buat saudara kita yang berada di Donggala dan Palu, semoga ini menjadi tambahan motivasi untuk mereka. Kita di sini tidak pernah berhenti mendoakan mereka," ujarnya sesuai pe-ngalungan medali.

Bagi Jendi, itu medali kedua. Sebelumnya, atlet asal Sumatra Selatan itu meraih perunggu di nomor 100 meter gaya bebas S9 putra (8/10).

Jendi akan kembali berjuang di nomor 50 meter gaya bebas S9 putra dan 100 meter gaya kupu-kupu S9 putra pada hari ini. Jendi pun bertekad kembali mendulang prestasi .

"Setelah ini besok masih ada dua nomor lagi, ya mudah-mudahan bisa kembali meraih medali dan harapannya memang bisa memberikan hasil. Terima kasih untuk para suporter atas dukungan mereka yang sangat luar biasa," ujar Jendi seusai pertandingan.

Dengan tambahan satu emas dari Jendi, skuat renang telah memperoleh 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Emas sebelumnya dipersembahkan Syuci Indriani di nomor 100 meter gaya dada putri kelas SB14 .

Pelatih timnas renang, Dimin, mengatakan peluang mendapat emas masih terbuka dengan turunnya Syuci di nomor 100 meter estafet gaya ganti kelas S14 (tim estafet tunagrahita) hari ini. "Semoga meraih emas."

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More